Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sri Mulyani Bilang Kemenkeu Batal Dipisah, Apa Kabar Badan Penerimaan Negara?
Rabu, 16 Oktober 2024 16:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan tidak ada pemisahan di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) usai menghadap presiden terpilih Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (14/10) lalu.
Ia termasuk salah satu tokoh yang mendatangi kediaman Prabowo di hari pemanggilan para calon menteri. Sri Mul disebut-sebut bakal kembali menduduki posisi yang sama di kabinet Prabowo-Gibran mendatang.
Usai pertemuan dengan Prabowo, Mantan Bos Bank Dunia itu mengaku berdiskusi banyak soal keuangan negara.
"Jaga dan perkuat Kementerian Keuangan, terutama dari sisi penerimaannya. Juga dari belanjanya, serta berbagai langkah-langkah investasi penggunaan keuangan negara," kata Sri Mulyani, mengutip pesan Prabowo usai bertemu di Kertanegara, Rabu (16/10).
Baca juga : Mengoptimalkan Penerimaan Negara
Lalu bagaimana nasib Badan Penerimaan Negara?
Sri Mul memastikan Kemenkeu tidak akan dipisah dengan membentuk Badan Penerimaan Negara (BPN), sebuah badan yang digagas oleh Prabowo untuk meningkatkan rasio pajak.
"Nggak ada," ujar Sri Mulyani. "Jadi Kementerian Keuangan masih satu ya?" tanya awak media. "Iya," jawabnya.
Untuk diketahui, BPN adalah badan baru yang direncanakan akan fokus menangani urusan pajak, penerimaan negara bukan pajak, serta bea dan cukai.
Baca juga : Hari Penglihatan Sedunia, Wamenkes Minta Ortu Periksa Gangguan Penglihatan Anak
Lembaga ini bahkan kabarnya sudah masuk dalam dokumen Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2025. Dalam dokumen tersebut, BPN akan bertugas untuk meningkatkan rasio pajak.
Pengamat Ekonomi dan Kebijakan Publik, Yanuar Rizky menyambut positif rencana pembentukan BPN oleh Pemerintahan Prabowo-Gibran. Karena menurutnya, rencana pembentukan badan tersebut dapat berperan dalam mendongkrak pendapatan negara.
Selain itu, menurut Yanuar, pembentukan BPN juga akan mengurangi tugas dan fungsi dari seorang Menteri Keuangan yang saat ini dinilainya terlalu luas.
“Jadi, sepanjang waktu reorganisasi kelembagaannya dapat singkat konsolidasinya, akan positif bagi fokus penerimaan negara,” kata Yanuar.
Baca juga : Nunggu Panggilan Presiden Terpilih, Para Calon Menteri Deg-degan
Namun, ia mengakui, penataan kelembagaan ataupun organisasi BPN pasti akan membutuhkan waktu. “Dari sisi objektif, ya tujuannya bagus,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya