Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bakal Hadapi Tekanan Lokal Dan Global
Tim Ekonomi Prabowo Harus Bekerja Ekstra
Sabtu, 19 Oktober 2024 07:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden terpilih Prabowo Subianto dan tim ekonominya harus bekerja ekstra bila ingin mencapai pertumbuhan ekonomi 7-8 persen. Pasalnya, Indonesia sudah terlalu lama terjebak dalam pertumbuhan ekonomi plus minus 5 persen.
Anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Byarwati menilai, target pertumbuhan ekonomi 7-8 persen bisa dibilang terlalu optimis. Pasalnya, situasi ekonomi nasional dan geopolitik internasional saat ini masih labil dan susah ditebak.
“Berkaca dari 10 tahun periode pemerintahan Pak Jokowi, kita melihat pertumbuhan ekonomi sulit lepas dari angka 5 persen,” ujar Anis dalam keterangannya, Jumat (18/10/2024).
Baca juga : Suami Meninggal, Istri Gantiin Jadi Cagub Malut
Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jakarta Timur ini berharap profil tim ekonomi ke depan memiliki integritas yang kuat dalam menghadapi tekanan ekonomi global dan lokal. Termasuk bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Anis juga berharap, tim ekonomi menawarkan sejumlah alternatif kepada Presiden untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Sebab itu, tim tidak boleh mengedepankan kepentingan pribadi dan kelompoknya.
Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Fathi optimistis target pertumbuhan ekonomi 7-8 persen bisa tercapai. Pasalnya, sudah ada sejumalah rencana untuk meralisasikan target itu.
Baca juga : Warga Pesisir Sejahtera Ekosistem Laut Terjaga
“Beberapa program Pemerintah seperti Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta proyek strategi nasional akan menjadi aspek vital untuk mencapai target tersebut,” ujarnya.
Terpisah, ekonom senior Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Hendri Saparini mengatakan, target Presiden terpilih Prabowo Subianto mengejar pertumbuhan ekonomi 8 persen bisa tercapai bila menggunakan pendekatan komprehensif.
Pertama, kata dia, Prabowo dan tim ekonominya harus mengimplementasikan pendekatan ekonomi Pancasila yang bersifat ekonomi kerakyatan. Poin itu memerlukan adanya demokrasi ekonomi, Pemerintah melibatkan dan memberikan akses kepada semua pihak dalam aktivitas ekonomi dan memajukan industri.
Baca juga : AC Milan Dan Udinese, Misi Amankan Paulo Fonseca
“Tidak ada lagi orang menganggur dan kesulitan mencari penghasilan. Semua harus memiliki kesempatan untuk bekerja,” ujarnya.
Kedua, lanjut Hendri, Prabowo dan tim ekonominya harus merevitalisasi industri. Mereka bisa belajar dari negara-negara yang sudah maju dan berhasil naik kelas karena melakukan lompatan ekonomi, utamanya melalui industrialisasi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya