Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Denny JA: Prabowo Bisa Bawa RI Jadi Negara 10 Besar Ekonomi Global
Minggu, 20 Oktober 2024 12:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto memiliki peluang besar untuk membawa Indonesia ke puncak ekonomi global.
Menurut Denny JA, Prabowo diprediksi dapat mengangkat peringkat ekonomi Indonesia dari posisi ke-16 dunia saat ini, menjadi peringkat ke-13 pada akhir masa jabatan pertamanya di tahun 2029.
Jika terpilih kembali untuk periode kedua, kata dia, Prabowo diharapkan bisa membawa Indonesia naik tiga peringkat lagi, mencapai posisi 10 besar ekonomi dunia pada tahun 2034.
Hal ini disampaikan oleh Denny JA dalam tulisannya di media sosial, merujuk pada prediksi lembaga seperti Bank Dunia dan McKinsey, yang memproyeksikan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar ke-4 di dunia pada tahun 2045-2050.
Baca juga : Resmi Dilantik, Logis 08 Yakin Prabowo-Gibran Bawa Indonesia Jadi Negara Maju
Menurut Denny, dengan strategi yang tepat, Indonesia bisa naik 12 peringkat dalam 20 tahun ke depan. Saat ini, Indonesia berada di peringkat 16, dan perjalanan menuju peringkat ke-4 akan menjadi pencapaian luar biasa yang bisa diraih dengan kenaikan rata-rata tiga peringkat setiap lima tahun.
Namun, dua tantangan utama yang dihadapi Prabowo adalah bahaya korupsi dan penurunan kualitas demokrasi. Korupsi dianggap sebagai ancaman besar bagi pertumbuhan ekonomi, karena merusak efektivitas pemerintahan dan memperlambat pembangunan.
Prabowo sendiri telah menegaskan pentingnya memberantas korupsi, mengingatkan partai pendukungnya untuk tidak memanfaatkan APBN demi kepentingan pribadi.
Tantangan lainnya adalah menurunnya kualitas demokrasi di Indonesia. Berdasarkan Indeks Demokrasi dari Economist Intelligence Unit, peringkat demokrasi Indonesia turun dari 49 pada tahun 2014 menjadi 56 pada 2023, dengan penurunan skor dari 6,95 menjadi 6,53.
Baca juga : Ditjen Bina Adwil Sulap 9 Kawasan Metropolitan Jadi Motor Penggerak Ekonomi Baru
Lemahnya sistem check and balances di lembaga-lembaga politik menjadi perhatian utama, yang dapat menghambat pengambilan kebijakan secara transparan dan inklusif.
Untuk menghadapi tantangan ini, Denny JA menyarankan, Prabowo tak segan melakukan reshuffle kabinet, bahkan dalam enam bulan pertama pemerintahannya, untuk memastikan kementerian diisi oleh orang-orang yang kompeten dan berintegritas tinggi.
Prabowo harus mengambil langkah tegas, seperti halnya Lee Kuan Yew di Singapura, yang dikenal berhasil membangun pemerintahan yang bersih dan efisien.
Selain fokus pada pertumbuhan ekonomi, Prabowo juga perlu memastikan pemerintahan yang bersih untuk mencapai kemajuan yang berkelanjutan. Dengan dukungan publik yang tinggi – menurut survei LSI Denny JA pada Oktober 2024, lebih dari 90 persen masyarakat Indonesia menyukai Prabowo – Presiden memiliki legitimasi yang kuat untuk memberlakukan kebijakan tegas, termasuk zero tolerance terhadap korupsi.
Baca juga : Posraya Indonesia Tim 7 Jokowi Bogor Raya Gelar Tasyakuran
Namun, harapan tinggi publik bisa menjadi tantangan tersendiri. Jika dalam 100 hari pertama, atau bahkan dalam enam bulan hingga satu tahun pertama tidak ada perubahan signifikan, dukungan publik bisa cepat memudar.
"Jika berhasil, Prabowo akan dikenang bukan hanya sebagai Presiden, tetapi sebagai pemimpin yang membimbing Indonesia menuju kebangkitan baru di panggung ekonomi global," ujar Denny JA.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya