Dark/Light Mode

Top! BRIN Sulap Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Setara Solar Di Banjarnegara

Rabu, 23 Oktober 2024 15:51 WIB
Pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar setara solar di Banjarnegara. Foto: Infopublik
Pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar setara solar di Banjarnegara. Foto: Infopublik

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali membuat gebrakan dengan inovasi terbaru dalam pengelolaan sampah plastik. Yakni mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar cair bernama PETASOL. Bahan bakar ini diklaim memiliki kualitas setara dengan minyak solar.

Pengembangan teknologi Fast Pyrolysis (FASPOL) dalam pengolahan sampah ini dilakukan BRIN dengan menggandeng Baperlitbang Kabupaten Banjarnegara dan Bank Sampah Banjarnegara (BSB).

Kepala Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup (SPBPDH) BRIN, Nugroho Adi Sasongko mengatakan teknologi ini memungkinkan sampah plastik diubah menjadi energi terbarukan. 

Baca juga : Nasabah bank bjb Rasakan Kemudahan Beli Tiket Konser Sheila On 7 di Bandung

“Kami telah mendaftarkan paten untuk mesin pirolisis dan katalisnya, serta hak cipta untuk dataset Life Cycle Inventory produksi bahan bakar cair dari sampah plastik,” kata Nugroho dikutip dari di situs BRIN, Rabu (23/10).

Teknologi ini menjadi solusi di tengah meningkatnya masalah sampah plastik, khususnya di Banjarnegara, Jawa Tengah. 

Wilayah ini dihadapkan pada tantangan besar dalam mengelola sampah akibat pertumbuhan penduduk yang pesat dan pola konsumsi yang berubah. Inovasi ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus membantu menyelesaikan masalah sampah plastik.

Baca juga : Laut Sudah Tercemar, Nelayan Jakarta Utara Sulit Sejahtera

Bank Sampah Banjarnegara menjadi salah satu pihak yang ikut mengawal riset dan pengembangan teknologi ini. Pada 12 Oktober 2024, Kepala BRIN dan sejumlah pihak terkait mengunjungi BSB untuk memantau kemajuan proyek ini. Selain berdampak positif pada lingkungan, hasil pirolisis juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang signifikan.

“Hasil riset ini memberikan manfaat yang luas, mulai dari peningkatan ekonomi, kesadaran sosial dalam memilah sampah, hingga dukungan bagi sektor pertanian di Banjarnegara melalui penggunaan bahan bakar hasil pirolisis ini,” jelas Kepala Baperlitbang Banjarnegara, Yusuf Agung Prabowo.

Langkah industrialisasi pun sedang direncanakan untuk memperluas implementasi teknologi FASPOL di berbagai daerah lain. Teknologi ini telah memasuki tahap komersialisasi dan kini terdaftar di e-katalog LKPP.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.