Dark/Light Mode

DPR Dukung Prabowo Larang Pejabat Impor Mobil Mewah

Selasa, 29 Oktober 2024 14:40 WIB
Ketua Komisi VII DPR, Saleh Partaonan Daulay. Foto: Sophan Wahyudi/RM
Ketua Komisi VII DPR, Saleh Partaonan Daulay. Foto: Sophan Wahyudi/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Komisi VII DPR, Saleh Partaonan Daulay, menyambut positif arahan Presiden Prabowo Subianto yang melarang penggunaan mobil mewah impor bagi menteri dan pejabat eselon I. 

Menurutnya, larangan tersebut mencerminkan sikap cinta pada produk dalam negeri yang diyakini akan memperkuat ekonomi nasional.

"Langkah awal dimulai dari pejabat dahulu, kemudian bisa diikuti sosialisasi agar tokoh-tokoh lain turut serta. Jika semua memiliki kerelaan, gerakan ini akan cepat berdampak positif," kata Saleh dilansir ANTARA, Jakarta, Selasa (29/10).

Baca juga : PKB Dukung Prabowo Pecat Menteri Yang Tak Sejalan

Saleh juga menyoroti pemberitaan media Malaysia yang mengangkat kabar Presiden Prabowo menggunakan mobil produksi lokal, Pindad Maung, dalam prosesi pelantikannya. 

"Jujur saya bangga juga menonton berita itu. Paling tidak Indonesia dapat berjaya dalam bidang ini di kawasan ASEAN," ungkapnya.

Lebih lanjut, Saleh berharap agar semangat cinta produk dalam negeri ini tak hanya terbatas pada mobil. Ia mendorong agar Presiden Prabowo memperluas imbauan ini ke berbagai produk lokal lainnya seperti pakaian, sepatu, kosmetik, dan elektronik. 

Baca juga : Hadir Duluan Di Lapangan, Prabowo Beri Contoh Kedisiplinan Saat Retreat Kabinet

"Di Indonesia banyak sekali produk luar negeri, mulai dari pakaian, sepatu, kosmetik, elektronik, hingga ratusan bahkan ribuan produk lainnya. Secara ekonomis, hal itu tentu tidak menguntungkan Indonesia," tegasnya.

Saleh menganggap arahan Prabowo ini sebagai kebijakan yang masuk akal dan tepat di tengah persaingan ekonomi global. 

Menurutnya, jika pejabat mulai mengadopsi kebijakan ini, dampaknya akan terasa signifikan bagi perekonomian dalam negeri.

Baca juga : Bangun Duluan, Prabowo Tonkrongi Menteri Di Lapangan Sapta Marga Akmil Magelang

"Jumlah penduduk Indonesia nomor empat terbesar di dunia. Semua negara mengharapkan dapat menjual produknya di sini. Kalau tidak diantisipasi, kita akan menjadi pasar yang menguntungkan buat mereka," tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.