Dark/Light Mode

Sekolah Damai Tanamkan Nilai-nilai Perdamaian, Toleransi & Keberagaman ke Siswa

Kamis, 31 Oktober 2024 17:26 WIB
Pelatihan Guru dalam Rangka Menumbuhkan Ketahanan Menolak Paham Intoleransi, di SMKN 2, Banda Aceh, Rabu (30/10/2024). (Foto: BNPT)
Pelatihan Guru dalam Rangka Menumbuhkan Ketahanan Menolak Paham Intoleransi, di SMKN 2, Banda Aceh, Rabu (30/10/2024). (Foto: BNPT)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mencanangkan tujuh program prioritas tahun 2024. Salah satunya, Program Sekolah Damai yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai perdamaian, toleransi, dan keberagaman dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika kepada para guru dan siswa SMA atau yang sederajat.

Langkah ini sangat penting sebagai upaya menanggulangi bibit intoleransi, kekerasan, dan perundungan di sekolah dengan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan terbebas dari sikap ekstremisme dan radikalisme. 

Direktur Pencegahan BNPT, Prof Irfan Idris, menegaskan pentingnya kegiatan Sekolah Damai untuk menanamkan pengetahuan kepada guru dan siswa di satuan pendidikan mengenai cara mencegah penyebaran paham intoleransi, kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah. BNPT melalui program Sekolah Damai hadir untuk membangun ketahanan di kalangan siswa dan guru terhadap paham-paham yang dapat mengarah pada kekerasan.

"Program ini bertujuan menanamkan nilai-nilai perdamaian, toleransi, dan keberagaman, yang selaras dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika agar para siswa mampu berpikir kritis, inklusif, dan tidak mudah terpengaruh oleh ajakan-ajakan ekstrem,” ungkap Prof Irfan, pada Pelatihan Guru dalam Rangka Menumbuhkan Ketahanan Satuan Pendidikan dalam Menolak Paham Intoleransi, Kekerasan, dan Bullying, di SMKN 2, Banda Aceh, Rabu (30/10/2024).

Prof Irfan menegaskan, sebagai institusi pendidikan, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kepribadian siswa, namun tidak dipungkiri bahwa sekolah tidak kebal dari pengaruh negatif seperti radikalisme, intoleransi dan kekerasan yang dapat merusak tatanan sosial dan keamanan bangsa.

Baca juga : Di Bandung, Pimpinan Perusahaan Tambang Bahas Tata Kelola & Keselamatan Kerja

Kehadiran paham radikal di sekolah, tambah Irfan, umumnya muncul dari berbagai sumber, termasuk media sosial dan lingkungan sekitar. Pengaruh ini dapat menciptakan ketidakstabilan di kalangan siswa yang terpapar, memicu konflik, dan merusak nilai-nilai kebangsaan yang seharusnya mereka tanamkan sejak dini.

“Untuk itu, para pendidik dituntut untuk berperan aktif dalam mengenali tanda-tanda radikalisme, intoleransi, dan kekerasan di lingkungan sekolah serta mengedepankan pendidikan karakter yang kokoh,” terangnya.

Irfan lalu memaparkan survei yang dirilis Setara Institute tahun 2023, Banda Aceh tercatat sebagai salah satu kota dengan tingkat intoleransi tertinggi di Indonesia yang berada di urutan ke-3 dengan skor 4,26. “Data ini mengingatkan kita bahwa masih ada pekerjaan rumah besar dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, aman, dan harmonis,” tambahnya.

Tidak hanya intoleransi, sambung Irfan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga mencatat bahwa sepanjang 2023 terjadi sekitar 3.800 kasus perundungan (bullying) di Indonesia. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dengan 226 kasus pada 2022, 53 kasus di 2021, dan 119 kasus pada 2020.

Kasus perundungan ini tidak hanya melibatkan kekerasan fisik, tetapi juga kekerasan verbal dan psikologis. "Hal ini tentu menjadi keprihatinan kita bersama karena perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah tidak hanya merusak mental korban, tetapi juga mengganggu proses belajar-mengajar dan hubungan sosial di sekolah,” terangnya.

Baca juga : Serang Pasukan Perdamaian, Israel Dikutuk 40 Negara

Oleh karena itu, Irfan menegaskan, pelatihan yang diselenggarakan hari ini adalah salah satu wujud nyata komitmen BNPT untuk mewujudkan sekolah yang aman, damai, dan inklusif. “Di sini kita membekali para guru dengan kemampuan untuk mendeteksi dini dan menangani gejala-gejala intoleransi serta kekerasan di lingkungan sekolah, sementara itu siswa akan diajak untuk memahami pentingnya hidup berdampingan dengan penuh tenggang rasa dan saling menghargai perbedaan,” ungkapnya.

Ia berharap, dari pelatihan ini akan lahir agen-agen perdamaian yang mampu menyebarkan nilai-nilai positif tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di masyarakat.

“Mari kita jadikan sekolah-sekolah di Banda Aceh ini sebagai contoh yang baik dalam menciptakan iklim sekolah yang damai, harmonis, dan toleran. Saya yakin, dengan kerja sama yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, dan para guru, kita bisa menurunkan angka intoleransi dan perundungan di sekolah, khususnya di kota Banda Aceh,” tutup Ifran.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Marthunis, menyambut baik kegiatan Sekolah Damai yang diselenggarakanBNPT di Aceh. Apalagi dalam kegiatan ini dibuat komitmen bersama bahwa sekolah harus menjadi sekolah yang bebas dari intoleransi, kekerasan, dan bullying karena 3 dosa besar ini harus dijauhkan dari lingkungan sekolah.

Menurutnya, sekolah harus menjadi habitat ideal bagi peserta didik, karena mandat yang bekerja di dunia pendidikan yaitu mencetak generasi yang membunyai pemahaman kbhinekaan yang tinggi.

Baca juga : Ekonomi Tumbuh 8 Persen, Rosan Beberin Strateginya

Marthunis mengungkapkan, struktur yang ada di sekolah di Aceh sudah mempunyai tim pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah, walaupun tim ini perlu terus diperkuat dari sisi pemahaman dan aksinya.

“Kami pernah mendapat laporan adanya tindakan bullying di salah satu SMA. Ini merupakan tantangan bagi kita karena kasus bullying dan intoleransi semakin memuncak akibat arus informasi yang tinggi, tinggal kita sekarang bagaimana bisa mensiasati itu”, jelasnya.

Kegiatan Sekolah Damai di SMKN 2 Banda Aceh hari pertama diikuti oleh 100 orang guru pengajar dan pada hari kedua diikuti 300 peserta didik. Sekolah Damai di SMKN 2 Banda Aceh merupakan hasil kolaborasi BNPT, Duta Damai BNPT, dan Dinas Pendidikan Provinsi Aceh.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.