Dark/Light Mode

Buntut Erupsi Lewotobi Laki-Laki, Bandara Sekitar Monitor Abu Vulkanik

Selasa, 5 November 2024 12:22 WIB
Bandara Gewayantana. (Foto: Istimewa)
Bandara Gewayantana. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bandara sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki melakukan pemantauan berkala, menyusul erupsi dengan sebaran abu vulkanik. 

Kondisi seperti ini membuat bandara-bandara melakukan penutupan sementara demi menjaga keselamatan penerbangan.

Menurut informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas vulkanik gunung ini masih tinggi dengan warna kode merah untuk abu vulkanik, yang terpantau hingga ketinggian FL400.

AirNav Indonesia telah mengeluarkan ASHTAM VAWR0350, VAWR0355 dan VAWR0357 yang memperingatkan penyebaran abu vulkanik di wilayah udara sekitar Bandara Fransiskus Xaverius Seda serta bandara-bandara terdekat lainnya seperti Bandara Soa, Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Bandara Frans Sales Lega, Bandara Komodo, Bandara Gewayantana, Bandara Wunopito, dan Bandara Kabir.

Baca juga : Imbas Erupsi Gunung Lewotobi, Enam Penerbangan ke Labuan Bajo Dibatalkan

Sejauh ini, beberapa penerbangan telah dibatalkan, termasuk rute-rute Wings Air yang menghubungkan Maumere dengan Kupang dan Makassar.

Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa mengatakan, akibat sebaran abu vulkanik, beberapa maskapai melakukan pembatalan penerbangan agar tidak membahayakan keselamatan penerbangan.

"Kami akan terus berkoordinasi lebih lanjut dengan otoritas dan bandara terkait,” ujar Lukman F dalam keterangannya, Selasa (5/11/2024)

Ia telah memerintahkan Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali dan Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara disekitar Gunung Lewotobi Laki-laki untuk melakukan pengamatan secara berkala dan melakukan koordinasi secara intensif dengan AirNav Indonesia dan pemangku kepentingan lainnya.

Baca juga : Erupsi Gunung Lewotobi Lumpuhkan 4 Bandara Di NTT, Penerbangan Wings Air Batal

“Kami berkomitmen menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan dengan terus berkoordinasi agar langkah-langkah sesuai prosedur dapat dilakukan optimal,” ujar Lukman.

Sebagai langkah mitigasi dampak penutupan ini, Lukman menghimbau maskapai penerbangan untuk memberikan kompensasi kepada penumpang yang terdampak, seperti pengembalian dana penuh (full refund), penjadwalan ulang (reschedule), atau reroute ke bandara terdekat jika tersedia.

Dalam situasi force majeure ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara berpedoman pada Surat Edaran SE Nomor 15 Tahun 2019 dan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP 153 Tahun 2019 tentang Tata Cara Collaborative Decision Making (CDM) dalam penanganan dampak abu vulkanik.

Dari hasil paper test sampai dengan Pukul 16.00 WITA kemarin, seluruh bandara menunjukan hasil test negatif, kecuali Bandara Komodo Labuan Bajo menunjukkan aktivitas debu namun tipis, sehingga bandara tersebut ditutup melalui penerbitan NOTAM Nomor A3479/24.

Baca juga : Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, 4 Orang Tewas Tertimpa Rumah Roboh

“Kami berharap agar situasi segera membaik sehingga aktivitas penerbangan dan operasional bandara kembali normal”  pungkas Lukman.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.