Dark/Light Mode

Jaksa Agung Ke Kepala Daerah: Jika Pemimpin Bersih, Anak Buah Takut Korupsi

Kamis, 7 November 2024 16:56 WIB
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin di Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Sentul, Bogor, Kamis (7/11). Foto: YouTube/Kemendagri RI
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin di Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Sentul, Bogor, Kamis (7/11). Foto: YouTube/Kemendagri RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menegaskan bahwa pemberantasan korupsi harus dimulai dari diri sendiri dan kepemimpinan yang bersih. 

Ia meyakini bahwa seorang pemimpin yang jujur akan mampu menciptakan efek domino positif bagi bawahannya, sehingga mereka enggan melakukan tindakan korupsi. 

Hal ini disampaikan Burhanuddin dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Sentul, Bogor, Kamis (7/11).

"Jika pimpinannya bersih, yakinlah anak buah kalian akan takut melakukan perbuatan tercela," ujar Burhanuddin. 

Baca juga : Rakor Dengan Kepala Daerah, Yusril Ingatkan KUHP Baru Berlaku Setahun Lagi

Sebaliknya, ia mengingatkan bahwa pemimpin yang korup akan menulari bawahannya, menciptakan budaya korup yang merusak sistem. 

"Kalau pimpinan unit kerjanya korup, di bawah adalah rampok, ingat itu," tegasnya.

Burhanuddin juga menekankan bahwa penindakan kasus korupsi harus disertai dengan perbaikan sistem. Menurutnya, jika sistem yang rusak tidak diperbaiki, tindakan korupsi akan terus terulang. 

“Setelah penindakan berikan mereka perbaikan sistemnya. Karena dari tahun ke tahun korupsi yang terjadi tetap itu-itu saja, kalau kita tidak merubah dan memperbaiki sistem yang ada akan menjerat kita semua," jelasnya.

Baca juga : Analisis Nuning Soal Gaya Harris dan Trump Jika Pimpin Amerika

Ia meminta kepala kejaksaan negeri (Kajari) dan kejaksaan tinggi (Kajati) di seluruh Indonesia untuk berkomitmen dalam menindak kasus korupsi sembari memperbaiki sistem. Burhanuddin mengingatkan bahwa jika para pejabat di kejaksaan tidak melaksanakan perbaikan tersebut, mereka juga akan menghadapi tindakan tegas. 

"Kajari, Kajati sanggup lakukan itu? Dan apabila kalian tidak memperhatikan maka justru kalian yang akan saya tindak," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Burhanuddin juga mengajak para pejabat negara, khususnya kepala daerah, untuk bersama-sama menjaga nama baik Indonesia di mata dunia. Ia mengungkapkan kekhawatirannya atas citra Indonesia yang dianggap negara paling korup di dunia. 

"Mari cintai negeri ini. Rawat negeri ini, karena penilaian dunia terhadap korupsi Indonesia sangat rendah. Bahkan kita masuk ke negara paling korup, saya yakin semua tidak ingin disebut negara paling korup," ujar Burhanuddin.

Baca juga : 3 Direkturnya Jadi Pj Kepala Daerah, Ini Pesan Pimpinan KPK

Pernyataan Burhanuddin ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya integritas dalam kepemimpinan. Burhanuddin mengutip pesan Presiden yang menyebutkan bahwa "busuknya ikan itu dimulai dari kepala." 

"Artinya, kalau kepalanya bersih, insya Allah sampai ujungnya juga bersih. Mari kita bersama-sama untuk menjadi pimpinan yang baik, jujur, dan berintegritas."

Burhanuddin yakin bahwa kepemimpinan yang berintegritas akan menjadi benteng pertahanan pertama dalam melawan korupsi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.