Dark/Light Mode

Indonesia Komit Pada Paris Agreement, Lakukan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim

Senin, 11 November 2024 22:46 WIB
Utusan Khusus Presiden untuk Konferensi Perubahan Iklim COP29 UNFCCC Hashim Djojohadikusumo saat membuka Paviliun Indonesia pada COP29 UNFCCC di Baku, Azerbaijan, Senin (11/11/2024). Foto: Istimewa
Utusan Khusus Presiden untuk Konferensi Perubahan Iklim COP29 UNFCCC Hashim Djojohadikusumo saat membuka Paviliun Indonesia pada COP29 UNFCCC di Baku, Azerbaijan, Senin (11/11/2024). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Utusan Khusus Presiden untuk Konferensi Perubahan Iklim COP29 UNFCCC Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terhadap kesepakatan pengendalian perubahan iklim Paris Agreement.

Sejumlah program untuk memperkuat aksi mitigasi perubahan iklim telah disiapkan termasuk pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), pemanfaatan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS), serta rehabilitasi 12,7 juta hektare hutan untuk mendukung ketahanan pangan.

"Pak Prabowo berkomitmen kesepakatan yang telah dibuat oleh pemerintah sebelumnya akan dilanjutkan," kata Hashim saat membuka Paviliun Indonesia pada COP29 UNFCCC di Baku, Azerbaijan, Senin (11/11/2024).

Hashim menjelaskan, program baru yang disiapkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo di antaranya adalah pengembangan energi sebesar 100 Gigaton, 75 GT di antaranya adalah EBT. Termasuk didalamnya adalah pembangkit listrik tenaga bayu, tenaga air, panas bumi, tenaga surya, panas bumi, dan nuklir.

Baca juga : Di COP29, APP Group Pamerkan Inisiatif Hijau Untuk Perubahan Iklim

Hashim juga menyebut tentang penyimpanan karbon di perut bumi melalui teknologi CCS. Indonesia memiliki potensi CCS hingga 500 GT karbon.

Terkait dengan Nilai Ekonomi Karbon, Hashim mengatakan Indonesia memiliki cadangan karbon kredit 577 juta ton yang akan ditawarkan ke berbagai negara dan pihak yang berminat untuk mendukung pembiayaan dalam pengendalian perubahan iklim di Indonesia.

Lebih lanjut, Hashim juga mengatakan, Presiden Prabowo sudah setuju untuk melakukan rehabilitasi besar-besaran pada hutan yang terdegradasi. Kegiatan itu dilakukan dengan memperhatikan keanekaragaman hayati.

"Rehabilitasi tidak dengan monokultur tetapi berbagai spesies tanaman termasuk untuk pakan bagi satwa liar," katanya.

Baca juga : Indonesia-China Sepakat Kerja Sama Maritim, Kemlu: Bukan Akui Nine Dash Line

Pada kesempatan yang sama, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengajak semua pihak, termasuk pelaku bisnis untuk mengelola hutan lestari.

"Hutan harus kita jaga dan lindungi sebagai sumber kesejahteraan bagi masyarakat," katanya.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Fasiol Nurofiq menjelaskan tiga tujuan utama penyelenggaraan Paviliun Indonesia. Yang pertama adalah untuk menyuarakan aksi iklim Indonesia kepada dunia sebagai bagian soft diplomacy.

Kedua, untuk menunjukkan program pengendalian perubahan iklim yang dilakukan Indonesia secara berkolaborasi antara pemerintah, NGO, sektor swasta, hingga masyarakat.

Baca juga : PLN Indonesia Power sukses Melakukan Transformasi, Menjadi Penyedia Energi Andal

Ketiga, membangun platform untuk mengeksplorasi ide-ide baru dan membangun kemitraan untuk memperkuat ketahanan iklim di Indonesia.

Paviliun Indonesia mengambil tema "Sustainably Stronger Together" akan diselenggarakan di Baku Azerbaijan pada 11-21 November 2024. Ketua Penyelenggara Paviliun Indonesia Agus Justianto mengatakan akan ada 46 sesi diskusi panel dengan 220 pembicara selama penyelenggaraan Paviliun Indonesia.

"Sebanyak 149 pembicara merupakan tokoh dari Indonesia dan 71 lainnya adalah pembicara internasional," katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.