Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
SNI Award 2024, Apresiasi Pemerintah Atas Pelaku Usaha Dan Organisasi
Jumat, 22 November 2024 11:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Standardisasi Nasional (BSN) menggelar Malam Penganugerahan SNI Award 2024, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (21/11/2024). Penghargaan ini, merupakan bentuk apresiasi Pemerintah atas konsistensi penerapan SNI oleh pelaku usaha dan organisasi.
“Ini apresiasi terhadap pelaku usaha dan organisasi, yang mampu mencapai kinerja unggul dan berkelanjutan,” ujar Kepala BSN, Kukuh S. Achmad.
SNI Award 2024 ini diikuti oleh 251 organisasi dari berbagai sektor. Hasilnya, 69 organisasi dinyatakan laik menerima penghargaan setelah melalui proses penilaian yang ketat.
Harapannya, kegiatan ini, dapat meningkatkan penerapan SNI oleh organisasi secara lebih luas. Sekaligus, meningkatkan penerapan SNI oleh organisasi secara lebih luas, meningkatkan keberterimaan SNI dalam penilaian kinerja organisasi, membangun role model organisasi penerap SNI yang berkinerja unggul dan berkelanjutan, serta semakin mendorong kesadaran kepada konsumen untuk memilih produk-produk yang ber-SNI.
Baca juga : OPEXCON Award 2024, Umumkan Pemenang Piala Bergengsi di Bidang Inovasi
Kukuh menyampaikan, sebagai The National Quality Award of Indonesia, SNI Award merupakan bentuk apresiasi Pemerintah atas konsistensi penerapan SNI oleh pelaku usaha dan organisasi, yang mampu mencapai kinerja unggul dan berkelanjutan. Gelaran ini, memasuki Tahun ke-19, sejak 2005.
Kukuh berharap, penerapan SNI dapat memperkuat daya saing pelaku usaha dan industri nasional. Bacaannya, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini stabil di angka 5,1 persen, di tengah kondisi global yang bergejolak, termasuk ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga komoditas dan tekanan ekonomi global dengan inflasi juga berhasil dijaga pada kisaran 1,84 persen.
Sektor industri, dinilai berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dengan kontribusi sektor manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang tetap konsisten menyumbang 17,18 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), naik dari 16,70 persen di triwulan sebelumnya.
“Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan nilai ekspor Indonesia pada periode Oktober 2024 mencapai 24,41 miliar dolar AS atau naik sebesar 10,69 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” rincinya.
Baca juga : Rugikan Negara, Gaprindo Minta Pemerintah Berantas Peredaran Rokok Ilegal
Nah, dalam upaya memperkuat kontribusi ini, penerapan SNI diharapkan mampu memperkuat daya saing pelaku usaha dan industri nasional dengan menerapkan best practices untuk meningkatkan efisiensi.
Sekaligus, memperbaiki kualitas dan keamanan produk yang dihasilkan sehingga dapat membuka pasar baru, serta adanya peluang untuk mengadopsi teknologi baru guna meningkatkan volume produksi.
“Penerapan SNI tidak hanya membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi dan kualitas produk, tetapi juga memperkuat posisi mereka di pasar internasional. Ini menjadi bagian dari dukungan kami untuk merealisasikan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen sebagaimana tercantum dalam Asta Cita Presiden,” tutupnya.
Tahun ini, penghargaan diberikan langsung oleh Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza, yang turut mengapresiasi upaya BSN dalam mendukung revitalisasi industri dan pengembangan sektor prioritas. SNI memainkan peran strategis dalam mendongkrak kinerja industri nasional.
Baca juga : Dari Brazil, Prabowo Apresiasi Kemenangan Timnas 2-0 Atas Arab Saudi
“SNI mendukung revitalisasi industri padat karya, pengembangan industri hijau, dan sektor-sektor strategis seperti agro, logam, mesin, transportasi, elektronika, serta industri kecil dan menengah (IKM). Para penerima penghargaan ini diharapkan dapat menjadi role model untuk mendorong penerapan SNI secara lebih luas,” kata Faisol Riza.
Ketua Dewan Juri SNI Award 2024, Hariyadi B. Sukamdani menjelaskan, penilaian menitikberatkan pada kontribusi organisasi dalam standardisasi dan penilaian kesesuaian serta aspek keberlanjutan (sustainability), digitalisasi, ekonomi sirkular, juga tata kelola ESG (Environmental, Social, and Governance).
“Hasil penilaian ini menunjukkan tingkat kematangan organisasi dalam mengelola perubahan melalui pendekatan ADLI (Approach, Deployment, Learning, and Integration). Proses penilaian kami mulai dari verifikasi persyaratan, desk evaluation, site evaluation, hingga audisi CEO,” ungkap Hariyadi.
Tim Dewan Juri terdiri dari 16 pakar dari berbagai latar belakang, termasuk instansi pemerintah, asosiasi industri, media, masyarakat, dan lembaga penilaian kesesuaian.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya