Dark/Light Mode

Naikkan Gaji Guru Dan Upah Buruh, Lanjutkan Bantuan Beras

Prabowo Sayang Rakyat

Sabtu, 30 November 2024 08:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) dan Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (kiri) mengumumkan kenaikan upah minimum 2025 sebesar 6,5 persen, di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (29/11/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Presiden Prabowo Subianto didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) dan Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (kiri) mengumumkan kenaikan upah minimum 2025 sebesar 6,5 persen, di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (29/11/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

 Sebelumnya 
Ia menuturkan, keputusan ini mempertimbangkan usulan dari banyak pihak, bukan hanya dari kalangan buruh maupun pengusaha. Pembahasannya pun sudah dilakukan dengan Dewan Pengupahan Nasional dan Lembaga Kerja Sama (LKS) tripartit yang terdiri dari serikat buruh dan pengusaha. Yassierli meyakini, kenaikan upah minimum 6,5 persen adalah keputusan terbaik untuk semua pihak.

"Ini adalah kebijakan Pak Presiden. Kita punya banyak PR yang lain, tidak hanya upah minimum ya. Ayo kita bereskan sama-sama," ujarnya.

Sehari sebelumnya, Prabowo mengumumkan kenaikan gaji guru saat menyampaikan sambutan di acara Puncak peringatan Hari Guru Nasional di Jakarta International Velo­drome, Rawamangun, Jakarta, Kamis (28/11/2024). Guru Aparatur Sipil Negara (ASN) akan mendapatkan tambahan kesejahteraan sebesar satu kali gaji pokok. Sedangkan guru non-ASN yang telah bersertifikasi bakal menikmati tunjangan profesi Rp 2 juta per bulan.

Baca juga : Titi Anggraini: Warga Jakarta Merasa Dikhianati

Lanjutkan Bansos Beras

Selain menaikkan upah buruh dan guru, Prabowo juga memutuskan melanjutkan bantuan pangan beras. Rencananya, bantuan tersebut disalur­kan pada Januari dan Februari 2025.

Menko Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan, bantuan itu dilanjutkan karena produksi beras awal 2025 diprediksi di bawah angka kebutuhan masyarakat. Produksi awal tahun diprediksi di bawah 2 juta ton. Sementara kebutuhan 2,6 juta ton. Untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan, diperlukan bantuan beras untuk masyarakat tidak mampu.

Baca juga : Wahyu Dinata: Menurun Atau Tidak, Belum Bisa Dihitung

Zulhas menjelaskan, bantuan beras akan disalurkan 160.000 ton per bulan kepada 16 juta Keluarga Penerima Man­faat (KPM). Setiap keluarga mendapat­kan 10 kilogram beras per bulan.

"Jika dua bulan disalurkan, bantuan beras yang diguyur sebanyak 320.000 ton," kata Zulhas, saat konferensi pers, di Kantor Perum Bulog, Jakarta Selatan, Jumat (29/11/2024).

Selain itu, Bulog juga ditugaskan tetap menyalurkan beras murah atau sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) selama Januari dan Februari 2025 deng­an jumlah 150 ribu ton per bulan.

Baca juga : Menhub Minta Pendampingan Proyek

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu, 30 November 2024 dengan judul Naikkan Gaji Guru Dan Upah Buruh, Lanjutkan Bantuan Beras, Prabowo Sayang Rakyat

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.