Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pendiri ESQ: Pemimpin Harus Punya Karakter Intelektual, Emosional, Dan Spiritual
Kamis, 5 Desember 2024 21:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Program pelatihan Emotional and Spiritual Quotient (ESQ) terus menunjukkan dampaknya dalam mencetak pemimpin berkarakter yang mampu menghadapi tantangan zaman.
Dengan pendekatan holistik, pelatihan ini membantu peserta mencapai keseimbangan mental, emosional, dan spiritual untuk menjadi individu yang lebih tangguh dan visioner.
"Penting pemimpin berkarakter seimbang intelektual, emosional, dan spritual yang mampu membangun kepercayaan dan memberikan dampak positif pada tim," ujar Pendiri ESQ Corp Ary Ginanjar Agustian kepada media pada Kamis (5/12/2024).
"ESQ Corp sebagai pelopor dalam pengembangan manusia berbasis nilai-nilai spiritual dan emosional, membuktikan efektivitas pendekatan ini dalam mencetak individu yang lebih seimbang dan berdaya guna," imbuhnya.
Kata Ary, Menurut hasil survei terbaru dampak pengembangan IQ, EQ dan SQ secara simultan pada aspek personal terhadap peserta pelatihan dapat peningkatan kesadaran diri (Self-Awareness), yakni Peserta menjadi lebih sadar akan potensi, kekuatan, dan kelemahan diri.
Baca juga : LAN Sebut Birokrasi Ke Depan Harus Lebih Inovatif, Lincah Dan Efisien
Dampak berikutnya adalah dapat memberikan kemampuan pengambilan keputusan yang lebih baik, hal ini karena Kombinasi kecerdasan rasional (IQ), pengendalian emosi (EQ), dan kesadaran spiritual (SQ) memungkinkan individu mengambil keputusan yang etis dan bijaksana.
Yang tak kalah penting juga mendapat insight dalam pengelolaan stres dan konflik secara konstruktif. Pada aspek profesional, pertama, dapat meningkatkan kinerja lebih optimal.
Kedua, akan menciptakan kepemimpinan yang beretika yang mampu membangun kepercayaan dan memberikan dampak positif pada tim. Selanjutnya, pada aspek sosial akan melahirkan hubungan yang lebih harmonis.
Ini tidak dari EQ yang berkembang, individu dapat membangun hubungan interpersonal yang lebih sehat dan mendalam.
Pada aspek sosial juga dapat membantu individu untuk hidup dengan tujuan yang lebih besar, memberikan manfaat tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga komunitas.
Baca juga : UPN Veteran Gelar Seminar Internasional Di Bahas Sistem Kesehatan Digital
Menurut Ary, berdasarkan penelitian pada peserta pelatihan ESQ Leadership Center, 85 persen peserta melaporkan peningkatan kemampuan pengelolaan emosi, dan 70 persen merasa lebih termotivasi secara spiritual dan etis dalam pekerjaan.
Selain itu, studi menunjukkan bahwa pelatihan ini mengurangi tingkat stres kerja hingga 40 persen di kalangan peserta dari sektor korporasi.
Sebuah studi di Indonesia oleh universitas terkemuka menemukan bahwa pemimpin dengan integrasi EQ dan SQ yang tinggi cenderung menghasilkan lingkungan kerja yang lebih kolaboratif dan inovatif. Data menunjukkan peningkatan produktivitas tim sebesar 25 persen setelah implementasi pelatihan berbasis EQ dan SQ.
Kemudian, Penelitian di sekolah yang menerapkan program pengembangan holistik (IQ, EQ, SQ) menunjukkan peningkatan prestasi akademik siswa hingga 30 persen, dengan laporan penurunan perilaku agresif dan peningkatan empati antar siswa.
Untuk membutikan dampak secara nyata dari pelatihan holisitik ini, diakukan studi kasus pada perusahaan multinasional yang hasilnnya menunjukkan setelah menerapkan pelatihan berbasis IQ, EQ, dan SQ, perusahaan melaporkan peningkatan kepuasan karyawan hingga 50 persen, serta peningkatan loyalitas karyawan karena merasa lebih dihargai secara emosional dan spiritual.
Baca juga : Ketua MPR: Setiap Pemimpin Harus Punya Tekad Pertahankan Pancasila
Pada istitusi Pendidikan, program seperti ESQ Education di sekolah-sekolah swasta menunjukkan siswa lebih mampu mengelola emosi dalam tekanan akademik, sehingga meningkatkan kebahagiaan dan prestasi mereka.
"Dengan demikian, dampak dari program ini terbukti signifikan, baik melalui laporan pengalaman peserta maupun penelitian kuantitatif dan kualitatif. Program ini menciptakan individu yang lebih seimbang secara mental, emosional, dan spiritual, yang pada akhirnya memberikan manfaat berkelanjutan bagi diri sendiri dan lingkungan," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya