Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98) Willy Prakarsa meminta tokoh Amnesti Internasional Indonesia Usman Hamid dan pihak yang menggulirkan isu HAM untuk memframing pencopotan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Probowo, tidak menggunakan kacamata kuda.
"Perlu digarisbawahi itu adalah sebuah penyesatan berpikir, menggunakan nalar sehat dan salah target dari tuntutan tersebut. Usman Hamid dkk jangan melihat kepemimpinan Kapolri dengan menggunakan kacamata kuda," tegas Willy Prakarsa dalam keterangannya, Rabu (11/12/2024).
Lebih lanjut, Willy menegaskan, pencopotan Kapolri adalah hak preogratif Presiden RI. Presiden Prabowo Subianto, tentunya sudah memiliki BIN, Baintelkam dan Bais dari berbagai informasi yang jauh lebih akurat kebenarannya terkait seruan tersebut.
Baca juga : SIM Keliling Depok Jumat 6 Desember, Hadir Di 2 Lokasi
"Harusnya sebelum keluarkan statement, sebaiknya Usman Hamid bersikap bijak. Minta masukan atau komentarnya dari para tokoh, akademisi, maupun Alim Ulama di Seluruh Indonesia, bagaimana sosok Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo," ujarnya.
Dikatakan Willy, jika tuntutannya berkaitan dengan isu yang saat ini ramai mendapatkan perhatian publik, maka salah kamar. Seperti kasus oknum Polisi di Semarang, maupun lainnya.
"Kasus-kasus tersebut hanyalah oknum saja. Jadi tidak gebyah uyah atau menyamarayakan ulah oknum. Masih banyak Polisi yang baik, Kapolri juga sudah menerapkan reward and punishment," katanya.
Baca juga : SIM Keliling Tangsel Kamis 5 Desember, Cek Disini Lokasinya
Willy pun menuding seruan tuntutan pencopotan Kapolri adalah isu titipan dari kelompok yang sakit hati dan tuntutan emosional semata.
"Bisa jadi gerakan pencopotan Kapolri adalah isu titipan atau ada penumpang gelapnya. Ada syahwat yang tidak terakomodir," katanya.
Lebih jauh, Willy memastikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo adalah sosok yang sangat humanis, berintegritas, agamis, dan Pancasilais. Dia juga berpesan, semua pihak bersama-sama membantu dan mendukung program Pemerintahan Prabowo-Gibran dan jajarannya menuju Indonesia Emas.
Baca juga : Anak Mantan Kapolri Tumbang Lawan Artis
"Hilangkan egosentris dan tetap jalin persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa. Pro dan kontra di era demokrasi adalah hal biasa. Tetapi kritikan harus bersifat membangun untuk mengimplementasikan Asta Cita Pemerintah menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya