Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tepis Isu Diserang Ransomware, BRI Pastikan Layanan Perbankan Berjalan Mulus
Kamis, 19 Desember 2024 19:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Serangan ransomware yang menyasar sistem perbankan Bank Rakyat Indonesia (BRI) tidak terbukti. Hingga saat ini, seluruh layanan bank plat merah itu masih berjalan normal.
Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI Arga M. Nugraha mengatakan pihaknya telah melakukan asesmen mendalam terkait klaim serangan ransomeware tersebut. Hasilnya, ia tidak menemukan adanya ancaman dalam sistem perbankan BRI sebagaimana disebutkan.
"Asesmen lebih lanjut juga menunjukkan bahwa data yang dipublikasikan bukanlah data keluaran dari sistem BRI," kata Arga dalam keterangan resminya, Kamis (19/12).
Ia juga menegaskan bahwa seluruh layanan dan sistem perbankan BRI masih berjalan dengan normal tanpa gangguan.
Baca juga : 160 Badan Publik Kurang dan Tidak Informatif, KI Pusat Akan Laporkan ke Presiden
"Kami senantiasa memastikan keamanan data nasabah terjaga," tandasnya.
BRI, katanya juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan kesetiaan nasabah untuk tetap bertransaksi melalui berbagai layanan perbankan kami.
Sebelumnya, tadi malam netizen di platform X dihebohkan oleh postingan akun @FalconFeeds.io, yang menyebutkan bahwa BRI sudah menjadi korban dari Bashe Ransomware.
Pada unggahan tersebut, FalconFeeds.io juga membagikan tangkapan layar dari hitungan mundur batas waktu yang diberikan oleh Bashe Ransomware kepada BRI maupun pihak lainnya untuk membayar tebusan dan mendapatkan decrypt tools untuk membuka file yang disandikan oleh ransomware mereka.
Baca juga : Libur Nataru, BRI Optimalkan Layanan Perbankan Lewat 1 Juta AgenBRILink
Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC Pratama Persadha juga meragukan klaim tersebut. Karena layanan perbankan BRI serta mobile banking BRI dari tadi malam hingga saat ini belum mengalami kendala operasional.
"Tidak seperti pada saat Bank Syariah Indonesia yang mengalami serangan ransomware yang mengakibatkan kegagalan operasional perbankan dan aplikasi mobile banking mereka selama beberapa hari," katanya.
Selain itu, FalconFeeds.io juga sudah membuat postingan klarifikasi pada pukul 22.42 yang mengatakan bahwa klaim yang melaporkan serangan siber kepada BRI adalah berita yang kurang benar.
"Tim CISSReC juga melakukan investigasi dan menemukan bahwa sampel data yang diberikan oleh Bashe Ransomware identik dengan salah satu unggahan di Scribd yang diunggah oleh salah satu akun bernama "Sonni GrabBike" pada tanggal 17 September 2020," ungkapnya.
Baca juga : 110,6 Juta Orang Diprediksi Mudik Nataru, Kapolri Pastikan Pengamanan Maksimal
Pada investigasi yang lebih lanjut secara random di beberapa sample data, CISSReC juga menemukan bahwa nomor kartu yang tertera pada sample data yang didapatkan di Scribd adalah valid serta nomor kartu tersebut masih aktif karena masih bisa dilakukan transfer ke nomor kartu tersebut.
"Melihat beberapa fakta ini, untuk saat ini serangan siber berupa ransomware tersebut kemungkinan besar adalah informasi yang kurang benar, pun jika memang terkena serangan ransomware, BRI memiliki sistem backup dan prosedur recovery yang bagus karena bisa dengan waktu singkat mengembalikan layanan perbankan," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya