Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Guna keperluan kontrak di Arafah, Muzdalifah dan Mina atau Armuzna yang harus segera diselesaikan, Kementerian Agama akan meminta persetujuan DPR perihal penggunaan Uang Muka BPIH untuk mendukung kelancaran persiapan penyelenggaraan ibadah haji.
Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, kemungkinan besar biaya Haji 2025 akan turun. Saat ini, pemerintah sedang memeriksa detail apa saja yang bisa diefisiensikan.
“Jadi, Presiden Prabowo memang memerintahkan agar ongkos haji lebih murah, dengan menelusuri detail-detail komponen biaya yang bisa diefisiensikan, dan insyaallah akan dibahas bersama DPR,” kata Dahnil Anzar Simanjuntak, Jumat (27/12/2024).
Baca juga : Program Swasembada Pangan Terus Digaspol
Menurutnya, turunnya biaya haji merupakan arahan dari Presiden Prabowo. Namun, pelayanan haji harus tetap efisien, aman, dan nyaman atau Eman
Dahnil mengaku, telah bertemu pihak Kerajaan Arab Saudi untuk membahas masalah haji Indonesia. Kata dia, perintah dari Presiden Prabowo adalah pengelolaan Haji harus lebih fokus. Karena itu, Presiden Prabowo membentuk Badan setingkat kementerian yang khusus mengurusi Haji yakni BP Haji. “Alhamdulillah, pihak Kerajaan Arab Saudi juga menyambut baik,” ujarnya.
Dahnil mengaku, telah bertemu pihak Kerajaan Arab Saudi, yaitu Wamen Haji dan Umrah Dr Abdulfattah Sulaiman untuk membahas masalah haji Indonesia. “Pihak Saudi menyampaikan apresiasi langkah Presiden tersebut, dan ini langkah maju,” katanya.
Baca juga : Saleh Partaonan Daulay: Ada Kesan, Pemerintah Tidak Lakukan Antisipasi
Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mendukung, arahan Presiden Prabowo agar Kementerian Agama bisa menurunkan biaya haji 2025 tapi tetap dengan kualitas yang baik. “Ini menjadi angin segar dan menunjukkan kesamaan persepsi antara Pemerintah dan Komisi VIII DPR menjelang Rapat Kerja pembahasan pendahuluan biaya haji yang akan segera digelar,” ujar Wakil Ketua Majelis Syura PKS.
Ia berharap, Panja Haji segera menyetujui penurunan biaya haji, mengingat komponen biaya penerbangan yang selama ini mencakup lebih dari sepertiga total ongkos dapat dikoreksi. “Komponen penerbangan, terutama dengan sistem carter selama ini, seharusnya bisa ditekan ke level wajar, tetapi tetap menguntungkan maskapai,” ujarnya.
Menurut HNW, biaya haji dapat ditekan hingga 25 persen melalui berbagai kebijakan efisiensi. Menurutnya, biaya haji saat ini sebesar Rp 93,4 juta dapat dikurangi menjadi sekitar Rp 70 juta dengan langkah-langkah strategis. Selain itu, jika porsi nilai manfaat diturunkan ke 38 persen pada tahun 2025, biaya yang ditanggung oleh calon jemaah haji bisa turun hingga Rp 44 juta.
Baca juga : Abdul Fikri Faqih: Jika Tidak Mendesak, Tunda Perjalanan Jauh
Hidayat menjelaskan, selain biaya penerbangan, terdapat komponen lain seperti biaya pemondokan, transportasi, catering, dan masyair yang juga bisa ditekan. HNW juga mengusulkan pemangkasan durasi tinggal jemaah haji di Arab Saudi dari 40 hari menjadi 30 hari. Durasi tinggal yang lebih singkat akan signifikan mengurangi pembiayaan haji. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.