Dark/Light Mode

Tinjau Dapur SPPG Pulogebang

M. Qodari: Dapur Bersih, Gizi Terpenuhi, Rasa Tak Kalah dari Restoran

Sabtu, 11 Januari 2025 12:37 WIB
Foto: KSP.
Foto: KSP.

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Kepala Staf Kepresidenan M. Qodari meninjau dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur pada Jumat (10/1/2024).

Unit SPPG Pulogebang ini menyiapkan 3.496 porsi untuk didistribusikan di 13 sekolah dan 7 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang ada di wilayah Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

M. Qodari dan rombongan tiba di lokasi jam 09.00 WIB dan disambut tim dari SPPG.

Di dalam unit SPPG Pulogebang, M. Qodari melihat langsung ruang penyimpanan bahan baku, dapur, ruang pengemasan, ruang penyimpanan makanan sebelum didistribusikan, hingga ruang untuk mencuci alat makan (ompreng).

Sejumlah pekerja juga terlihat mengemas makanan yang sudah dimasak dan dimasukkan ke boks khusus.

Menurut M. Qodari, kehadirannya ke lokasi dapur SPPG merupakan tindak lanjut dari kunjungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) beberapa waktu lalu, di SDN Pulogebang 06 dan 07, Cakung, Jakarta Timur.

Baca juga : Tiba Di Kertanegara, Erick Tersenyum Lambaikan Tangan Ke Wartawan

M. Qodari terkesan dan mengapresiasi suasana dan kualitas dapur SPPG yang bersih, rapi dan dilengkapi peralatan modern.

Untuk menjaga kebersihan, sebelum masuk ke dalam ruangan, semua orang diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), yang meliputi penutup kepala dan masker.

Alhamdulillah kita lihat dapurnya bagus, bersih, alat-alatnya modern, SOP-nya kelihatan,” ungkap M Qodari.

Pada kesempatan itu, M Qodari juga mencicipi salah satu menu, yaitu ikan dori yang dinilainya memiliki rasa istimewa.

“Ikan dori ikannya bagus, segar, lembut, karena memang ikan dori itu cirinya adalah lembut. Dari segi rasa tidak kalah dengan restoran,” pujinya.

"Hal ini menunjukkan bahwa makanan yang diproduksi di SPPG tidak hanya bergizi, namun juga lezat sehingga diharapkan dapat dikonsumsi habis oleh anak-anak," tambahnya.

Baca juga : Tinju Dunia, Artur Beterbiev Raja 4 Kelas Berat Ringan

M. Qodari juga mendapatkan laporan tentang food waste, yakni sebagian kecil siswa yang tidak menghabiskan makanan.

"Data tersebut akan menjadi acuan untuk mengevaluasi dan menyesuaikan menu MBG agar lebih disukai anak-anak," ujar Qodari.

Selain itu, dia juga menyoroti inisiatif SPPG yang sedang merancang food waste atau sisa makanan untuk dimanfaatkan sebagai limbah organik dalam budidaya maggot bagi kebutuhan pakan ikan.

“Maggot itu adalah bahan larva yang akan jadi pakan dari ikan dan seterusnya. Jadi food waste-nya pun juga akan dioptimalkan untuk kegiatan ekonomi,” bebernya. 

M. Qodari mengingatkan, Program MBG masih di tahap awal. Dia pun meminta masyarakat untuk bersabar.

Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan skala program untuk mencapai target yang lebih besar di tahun 2025 hingga tahun 2029.

Baca juga : Mega Merasa Tak Ada Masalah Dengan Presiden

Selain mengecek kualitas makanan, Qodari juga mengusulkan sistem penilaian berupa rating untuk setiap dapur SPPG. Rating tersebut bisa menggunakan skala 1-5 yang paling tinggi.

Dengan adanya evaluasi sistematis, inovasi pengelolaan limbah, dan penyesuaian terhadap selera lokal usai kunjungan ke dapur SPPG, diharapkan Program MBG dapat semakin mengalami penyempurnaan sebagai langkah nyata meningkatkan gizi anak-anak nasional.

“Intinya nanti kan bisa ada penilaian, bisa ada skor dari masing-masing SPPG, kalau sudah 5 ya berarti itulah standar yang diharapkan,” tutup M. Qodari.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.