Dark/Light Mode

Dokter Halodoc Sampaikan Fakta dan Cara Cegah Infeksi HMPV

Senin, 13 Januari 2025 19:07 WIB
Ilustrasi cegah virus HMPV. (Foto: Halodoc)
Ilustrasi cegah virus HMPV. (Foto: Halodoc)

RM.id  Rakyat Merdeka - Human Metapneumovirus (HMPV) bukan ancaman baru. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengonfirmasi bahwa virus ini telah lama terdeteksi di Indonesia.

HMPV umumnya menyebabkan gejala ringan seperti batuk, demam, dan hidung tersumbat, yang bisa sembuh dengan perawatan sederhana. Kasus dengan gejala berat, seperti infeksi saluran pernapasan bawah termasuk pneumonia, sangat jarang terjadi. Berdasarkan data Cleveland Clinic tahun 2023, hanya sekitar 5 persen hingga 16 persen anak yang terpapar HMPV mengalami komplikasi tersebut.

Selain itu, dalam artikel tinjauan sistemik dari Xin Wang dkk, di Lancet Global Health pada 2021, tingkat kematian akibat infeksi saluran pernapasan bawah akut pada anak di bawah usia 5 tahun yang dapat dikaitkan dengan HMPV adalah sebesar 1 persen. Penelitian dari berbagai periode dan wilayah juga menunjukkan angka prevalensi HMPV yang cukup rendah ketika dibandingkan dengan seluruh jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Baca juga : Cuaca Besok Hujan Atau Panas Di Tangerang Selasa (31/12)? Ini Prediksi BMKG

Berikut beberapa contoh kasus yang telah lama ada dan dipantau secara konsisten oleh berbagai negara:

  • Di Beijing, penelitian Cong dkk pada 2017-2019 mencatat prevalensi 7,9 persen dari total kasus ISPA, dengan mayoritas kasus terjadi pada anak-anak di bawah usia lima tahun.
  • Di Singapura, penelitian Loo dkk pada 2007 menemukan prevalensi sebesar 5,3 persen.
  • Di India, data Devanathan menunjukkan peningkatan kasus dari November 2022 hingga Maret 2023, dengan prevalensi 9,3 persen, yang memuncak pada bulan Desember dan Januari.
  • Di Amerika Serikat, data dari National Respiratory and Enteric Virus Surveillance System (NREVSS) US CDC pada akhir 2024 mencatat prevalensi sebesar 1,94 persen.

Dari fakta-fakta tersebut, dapat disimpulkan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan. Sebab, risiko infeksi dapat diminimalkan dengan menjaga pola hidup sehat dan menerapkan langkah pencegahan sederhana.

dr. Theresia Novi dari Halodoc, yang memiliki keahlian dalam bidang patologi klinik, khususnya dengan subspesialisasi penyakit infeksi, menyatakan bahwa virus HMPV sudah ada sejak 2001 dan merupakan penyakit musiman. Kasusnya cenderung meningkat setiap tahun pada musim dingin atau awal musim semi di daerah beriklim sedang.

Baca juga : KAI Properti Sambut Natal dan Tahun Baru dengan Aksi Sosial

Kata dia, jika melihat kasus-kasus sebelumnya, tingkat kematian akibat HMPV juga tergolong rendah. "Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu panik, namun tetap penting untuk menjaga pola hidup sehat dan mematuhi protokol kesehatan 3M: mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak,” jelasnya, seperti keterangan yang diterima redaksi, Senin (13/1/2025).

Dokter Novi menyarankan masyarakat untuk melakukan cara-cara efektif berikut untuk meningkatkan imun tubuh sehingga dapat mencegah terpapar virus HMPV:

  1. Minum Air Putih: Konsumsi minimal delapan gelas per hari untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
  2. Pola Makan Sehat: Konsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin.
  3. Olahraga: Lakukan aktivitas fisik secara rutin, minimal dua kali seminggu.
  4. Istirahat Cukup: Tidur minimal tujuh jam per hari untuk membantu regenerasi tubuh.
  5. Konsumsi vitamin atau suplemen tambahan jika diperlukan

Jika merasakan gejala seperti batuk atau demam, kata dia, tidak perlu panik. Konsumsi obat pereda gejala yang dijual bebas seperti pereda nyeri atau dekongestan. Bila mengalami gejala berat, seperti kesulitan bernapas, napas cepat, dan sesak dada, atau demam tinggi, segera ke rumah sakit untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Baca juga : Rayakan Natal dan Tahun Baru Dengan Produk Inovatif dari MODENA

Di masa kini, meningkatnya aksesibilitas platform layanan kesehatan digital telah mempermudah masyarakat untuk mencari bantuan medis secara cepat dan efektif, terlepas dari lokasi mereka. “Halodoc berkomitmen untuk membantu masyarakat dengan menyediakan layanan kesehatan yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Infeksi HMPV dapat dicegah dengan meningkatkan imun tubuh dan memutus rantai penularannya,” tambahnya.

Dia melanjutkan, layanan kesehatan digital seperti Halodoc dapat menjadi solusi praktis untuk melindungi diri dan keluarga dari risiko infeksi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah infus immune booster dari rumah dengan layanan Homecare by Halodoc. "Jika Anda mengalami gejala, Halodoc juga menyediakan layanan konsultasi dokter untuk mendapatkan pertolongan dan resep obat untuk meringankan gejala," ucapnya.

Setelah mengetahui fakta-fakta tentang virus HMPV, masyarakat diharapkan dapat lebih tenang dan fokus pada langkah-langkah pencegahan yang efektif. Menjaga pola hidup sehat, mematuhi protokol kesehatan, dan menggunakan layanan kesehatan digital dapat menjadi tindakan preventif serta kunci utama untuk menghadapi virus ini tanpa rasa panik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.