Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jubir Kantor Komunikasi Presiden Menjawab
MBG Turunkan Omset Kantin Sekolah?
Selasa, 14 Januari 2025 08:00 WIB
Sebelumnya
“Maka hulu dari program MBG ini adalah swasembada pangan. Makanya program ini juga tanggung jawab lintas sektoral. Yang urus soal pertanian, perikanan, hingga Kementerian Desa juga harus kerja keras,” ujarnya.
Menurutnya, kalau hulu dan hilir sudah seirama, maka dampak ekonomi akan terasa di daerah. Dalam setahun, pergerakan uang di desa bisa mencapai Rp 8 miliar yang berasal dari pembelian bahan pokok dari petani lokal. Makanya, produksi pangan di daerah harus ditingkatkan.
“Menurut Bappenas, program MBG ini bisa menyumbang 0,8 persen dari pertumbuhan ekonomi di tahun 2025 ini,” bebernya.
Baca juga : Puskesmas Distribusikan MBG Buat Bumil Dan Busui
UMKM kurang terserap di program MBG ini. Apa betul? Soal ini, Uki membantahnya. Sebelum program ini diluncurkan, sudah ada 500 UMKM yang terlibat dalam program ini. Mulai dari distribusi hingga pengelolaan limbah dari sisa program MBG.
Sementara, untuk produksi, Uki tak membantah UMKM kecil susah untuk terlibat. Sebab, ada persyaratan yang sulit dipenuhi pelaku UMKM bila ingin menjadi mitra yang menyediakan program MBG. Selain sulit menyiapkan dapur umum mandiri, juga kesiapan pendanaan awal.
Selain itu, melalui program MBG ini juga membuka lapangan pekerjaan baru di daerah. “Di SPPG misalnya. Itu cuma 3 orang dari BGN. Sedangkan 50 orang di SPPG itu berasal dari orang lokal yang dipekerjakan,” ungkapnya.
Baca juga : Golkar Riau Sedang Dilanda Konflik Internal
Namun, Uki tak membantah program MBG ini membuat banyak kantin sekolah mengeluh karena omzet turun. Menurutnya, ini sebenarnya tantangan bagi kantin atau UMKM untuk beradaptasi dari kebiasaan baru ini. Misalnya, mengubah jenis dagangan yang dijual.
“Kalau biasanya kantin jualannya makanan, maka harus mulai beradaptasi untuk menjual di luar makanan berat. Awalnya mungkin sulit, tapi ini harus dijalankan,” ujarnya.
Uki menegaskan, program MBG ini bukan sekedar memperbaiki gizi anak Indonesia saja. Melalui program ini, Pemerintah ingin menciptakan kebiasaan baru di kalangan anak-anak Indonesia.
Baca juga : Komunikasi Pusat Dan Daerah Berjalan Baik
“Kebiasaan baru yang membentuk karakter anak Indonesia lebih disiplin, kebiasaan untuk mengkonsumsi jajanan yang tidak bergizi, dan menghargai makanan. Ini yang ingin dibentuk,” pungkasnya. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya