Dark/Light Mode

Wacana Makan Bergizi Gratis Didanai Zakat Dan Sedekah

MUI Bilang Nggak Bisa, Baznas Masih Pikir-pikir

Sabtu, 18 Januari 2025 08:10 WIB
Sejumlah murid menyantap makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Sukatani 5, Tapos, Depok, Jawa Barat, Senin (6/1/2025). (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka/RMid)
Sejumlah murid menyantap makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Sukatani 5, Tapos, Depok, Jawa Barat, Senin (6/1/2025). (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka/RMid)

 Sebelumnya 
"Sebab Baznas punya regulasi sendiri untuk dana yang digunakan. Karena ini menyangkut pertanggung­jawaban dana umat," kata Haedar.

Lalu, apa kata Baznas? Ketua Ba­znas, Noor Achmad membuka kemung­kinan untuk menggunakan dana zakat dalam mendukung program makan bergizi gratis. Asalkan, sasarannya adalah fakir miskin, yang merupakan golongan yang berhak menerima zakat.

"Kalau memang sasarannya nanti kepada fakir miskin, ya kita lakukan. Artinya, prioritas kita adalah untuk membantu fakir miskin," kata Noor Achmad.

Dia menambahkan, selama ini mereka telah berupaya membantu masyarakat yang kesulitan dalam memenuhi kebu­tuhan makan sehari-hari, tanpa harus menunggu adanya program resmi.

Baca juga : Kasih Bantuan, Gibran Peduli Korban Kebakaran Kemayoran

Anggota Komisi VIII DPR, Ma­man Imanul Haq menilai, pemerintah jangan ikut terpancing dalam polemik ini. Kata dia, pemerintah harusnya fokus menyempurnakan pengelolaan program makan bergizi gratis yang masih banyak kekurangan.

Kata Maman, dalam UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat disebutkan sangat jelas penggunaan dana zakat tidak bisa digunakan secara serampangan. Zakat memiliki sistem yang berbeda karena telah diatur secara syariat agama. Menurutnya, peng­gunaan dana zakat sebaiknya tetap difokuskan pada program-program yang lebih spesifik untuk memberdayakan kelompok penerima zakat.

Lagi pula, kata politisi PKB ini, Pemerintah telah mendesain secara sistematis dan menganggarkan sebe­sar Rp 71 triliun dari APBN untuk program ini. “Jadi tidak perlu meng­gunakan dana zakat,” pungkasnya.

Setelah menuai perdebatan, Presiden Prabowo Subianto buka suara menang­gapi usulan penggunaan dana zakat untuk program makan bergizi gratis. Prabowo mengatakan, Pemerintah sudah siap merealisasikan program unggulannya itu.

Baca juga : 100 Hari Prabowo-Gibran Dinilai Sudah On The Track

"Soal zakat, saya kira ada pengurus­nya, tapi yang jelas dari Pemerintah kita siap semua anak-anak Indonesia akan kita beri makan tahun 2025 ini," kata Prabowo usia menghadiri acara Kadin Indonesia di Ritz-Carlton, Kun­ingan, Jakarta, Kamis (16/1/2025).

Prabowo juga menyambut baik ber­bagai pihak yang hendak berpartisipasi dalam program tersebut. “Siapa pun yang mau ikut serta, boleh, yang pen­ting efisien, yang penting tepat sasaran, dan tidak ada kebocoran," pungkasnya.

Kumpulkan Para Menteri

Prabowo kembali menggelar rapat terbatas membahas makan bergizi gratis, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (17/1/2025) siang. Selain Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hin­dayana, sejumlah menteri juga hadir.

Baca juga : Cabup & Cawabup Bogor Bikin Bingung Ketua MK

"Alhamdulillah, hari ini kami di­panggil oleh Bapak Presiden khusus membicarakan terkait program makan bergizi gratis dan beliau menyampai­kan bahwa program ini sangat penting, karena ini sudah dilaksanakan di 76 negara," kata Dadan, usai rapat.

Dadan mengatakan, realisasi program makan bergizi gratis sudah mencapai 31 provinsi dengan total 238 Satuan Pelayan­an Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. “Presiden menginginkan agar program ini betul-betul menjadi lintas sek­tor dan kemudian saling bekerja sama satu dengan yang lainnya," lanjut dia. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.