Dark/Light Mode

Pesan Luhut Ke Para Pengkritik, Tak Ada Gunanya Kita Cakar-cakaran

Minggu, 19 Januari 2025 08:00 WIB
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Instagram/luhut.pandjaitan)
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Instagram/luhut.pandjaitan)

 Sebelumnya 
Hingga tadi malam video Luhut tersebut sudah ditonton 45.700 orang dan di like 2.768 orang.

Pernyataan Luhut diamini Ketua DPP PKB Daniel Johan. Menurut dia, para pengkritik jangan hanya mencari kesalahan saja. Menurutnya, para kritik harus bisa memberikan solusi dan masukan kepada Pemerintah.

“Seluruh masyarakat Indonesia harus kompak dalam menghadapi tantangan global. Silakan kritik, tapi yang membangun,” katanya kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Baca juga : Teguh Setyabudi: Pergub Bukan Untuk Mudahkan Poligami

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah juga mendukung pernyataan Luhut. Namun, kata dia, kritik juga diperlukan agar Pemerintah tidak salah jalan.

“Kritik boleh, tapi jangan kritik yang mengada-ngada. Pemerintah juga tidak boleh membungkam kritik,” katanya.

Menurut dia, di tengah kondisi glabal saat ini, memang diperlukan persatuan. Jika terpecah, Indonesia akan sulit maju.

Baca juga : Wibi Andrino: Patut Direvisi Karena Rawan Disalahgunakan

Sebelumnya, Presiden Prabowo juga meminta semua pihak bersabar menunggu hasil kerja pemerintahannya. Ia mengatakan, setidaknya butuh waktu enam bulan untuk merasakan dampak dari kerja kabinetnya.

“Ini baru 3 bulan, tolong tunggu sabar sedikit mungkin bulan ke-5, ke-6, saudara merasakan,” kata Prabowo saat menghadiri musyawarah nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta Selatan pada Kamis (16/1/2025).

Prabowo mengatakan pemerintahannya ingin bergerak secepatnya. Namun, ia menyebut masalah saat ini adalah harus menyiapkan sumber daya manusia.

Baca juga : Program MBG Digodok Gerindra 18 Tahun Silam

Selain itu, Ketua Umum Partai Gerindra ini menegaskan kepada seluruh jajaran di pemerintahan agar bekerja dan mengelola anggaran dengan efisien. Ia menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya.

Karena itu, kata dia, perlu pengelolaan negara yang baik dan tidak ada celah pemborosan. [UMM/MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.