Dark/Light Mode

Kinerja 100 Hari Pemerintahan

Kogamti Nilai Kinerja Menteri Bahlil Sudah On The Track

Kamis, 23 Januari 2025 14:26 WIB
Ketua Umum Komite Generasi Muda Timur Indonesia (KOGAMTI) Afandi Somar. Foto: Istimewa
Ketua Umum Komite Generasi Muda Timur Indonesia (KOGAMTI) Afandi Somar. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Komite Generasi Muda Timur Indonesia (Kogamti) Afandi Somar membantah penilaian Bahlil Lahadalia dianggap sosok Menteri di Kabinet Merah Putih yang berkinerja buruk.

Hal ini disampaikan Afandi merespons survei dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS) yang merekam jejak pendapat tentang 100 hari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Afandi, justru Bahlil adalah salah satu sosok menteri yang memiliki kapabilitas dan kinerja sangat baik dalam tata kelola Pemerintahan, khususnya di sektor bisnis dan tata kelola energi.

Baca juga : 100 Hari Pemerintahan Prabowo, Gemira: Satu Persatu Janji Kampanye Ditunaikan

"Saya kira pencapaian program Bahlil sudah sangat on the track ya. Dari dia jadi Menteri Investasi hingga menteri ESDM di era Pak Jokowi, hingga kini dilanjutkan di era Pak Prabowo. Artinya ada nilai lebih yang dipandang dari sosok putra asli Papua itu," kata Afandi kepada wartawan, Kamis (23/1/2025).

Program hilirisasi yang dijalankan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, juga dianggap sudah sangat baik. Bahlil memfasilitasi pembukaan smelter nikel lokal dan banyak tata kelola sumber daya alam energi di Indonesia.

Sehingga menurut Afandi, inilah yang akhirnya membuat mantan Ketua Umum HIPMI tersebut dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi Ketua Satuan Tugas Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional.

Baca juga : Prabowo Mampu Buktikan Sebagai Pemimpin Patriotik

"Kesesuaian rencana kebijakan dengan kebutuhan publik telah dijalani dengan baik oleh Bahlil. Kemudian aspek kualitas kepemimpinan dan koordinasi hingga tata kelola anggaran serta komunikasi kebijakan, saya pikir juga baik," nilainya.

Oleh sebab itu, Afandi pun menganggap bahwa survei CELIOS kemungkinan tidak menggunakan variabel yang lengkap dan hanya mencuplik variabel tertentu saja. Sehingga muncul narasi Bahlil Lahadalia dianggap mendapatkan rapor merah.

"Jika inidikatornya lengkap, seharusnya Bahlil Lahadalia dinilai lebih sukses karena sudah melakukan banyak hal yang membanggakan untuk negeri ini," tukasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.