Dark/Light Mode

Proyek PIK 2 Dikritik MUI: Hentikan PSN Yang Rugikan Rakyat

Jumat, 24 Januari 2025 21:33 WIB
Maket proyek strategis nasional Pantai Indah Kapuk 2
Maket proyek strategis nasional Pantai Indah Kapuk 2

RM.id  Rakyat Merdeka - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta kepada Pemerintah untuk menghentikan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Proyek tersebut dinilai telah menzalimi rakyat.

Ketua Tim Tabayyun dan Advokasi MUI terkait PSN di PIK 2, Masduki Baidlowi menegaskan, bahwa proyek PSN di PIK 2 harus dicabut. Sebab, dirinya menilai proyek tersebut menzalimi rakyat.

"Banyak mudaratnya, bahasa rakyatnya menzalimi rakyat. Kami merekomendasikan untuk mencabut PSN itu. Kalau hanya menyengsarakan rakyat dan menyenangkan konglomerat, maka jangan dilakukan," kata Masduki di Kantor MUI, Jakarta, dikutip laman Antara Jumat (24/1)

Baca juga : Menuju Politik Pendidikan Yang Sehat

Masduki menyebutkan, pencabutan PSN di PIK 2 ini merupakan substansi singkat dari hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) IV MUI yang digelar pada beberapa waktu lalu.

Ia menyampaikan hal ini merupakan kebenaran yang harus ditegakkan, karena MUI juga mendapatkan banyak masukan terkait mudarat dari proyek tersebut yang menyebabkan kerepotan di masyarakat.

Masduki menekankan, MUI turut memperhatikan persoalan ini, sebab hal ini juga menjadi permasalahan umat karena dinilai sudah menyalahi aturan pelaksanaannya.

Baca juga : IKPI: Kenaikan PPN Dukung Upaya Pemerintah Sejahterakan Rakyat

"Ini satu-satunya rekomendasi dalam rapat pimpinan MUI setelah Mukernas akhirnya ditindaklanjuti dengan dibuat tim agar rekomendasi bisa berjalan dan diperjuangkan oleh MUI," ujarnya.

Oleh karena itu, Masduki menyatakan pihaknya kini tengah memperkuat jejaring dan koordinasi dalam upaya menolak kelanjutan PSN di PIK 2.

Di sisi yang lain, Ketua MUI Bidang Infokom itu mengapresiasi perkembangan dari pemerintah yang melakukan tindakan tegas terkait dampak-dampak negatif kepada masyarakat yang ditimbulkan oleh proyek tersebut.

Baca juga : Robert Kardinal Yakin Menteri Amran Penuhi Harapan Rakyat

"Ibarat perjalanan, belum apa-apa, belum separuh jalan. Banyak tantangan-tantangan kita perlu membangun solidaritas, membangun banyak silaturahim. Mudah-mudahan kita dengan memperjuangkan ini mendapatkan rida Allah SWT dan perjuangan kita berhasil," ucapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.