Dark/Light Mode

KPPMPI Saranin Presiden Bentuk Dewan Kelautan Nasional

Sabtu, 25 Januari 2025 08:58 WIB
Ilustrasi. Foto: Istimewa
Ilustrasi. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Kesatuan Pelajar Pemuda dan Mahasiswa Pesisir Indonesia (KPPMPI) mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk Dewan Kelautan Nasional (DKN), sebagaimana langkah pemerintah membentuk Dewan Ekonomi Nasional (DEN).

Ketua Umum KPPMPI, Hendra Wiguna menuturkan, adanya pelanggaran dan kejahatan luar biasa seperti pagar laut di Tangerang dan Bekasi, pengkavlingan laut di Sidoarjo, pengrusakan mangrove di Pulau Biawak dan Pulau Pari, disebabkan minimnya pelindungan terhadap wilayah laut.

"Dahulu ada Dewan Kelautan Indonesia (DKI), ada Dewan Maritim Indonesia (DIM), bahkan ada Menko Kemaritiman. Saat ini, lembaga atau kementerian tersebut tidak ada. Seolah terasa ada yang kurang, bagi kita sebagai negara kepulauan, yang luas wilayah lautnya lebih luas ketimbang daratan," ujarnya dalam keterangan persnya, Sabtu (25/1/2025).

Baca juga : Lawan Persis, Macan Kemayoran Patok 40 Poin

KPPMPI, lanjut Hendra, berharap DKN nantinya berperan untuk memberikan rekomendasi dan masukan kepada presiden terkait kebijakan strategis di sektor kelautan.

Sekaligus membantu Presiden Prabowo dalam melaksanakan Asta Cita ke 2, terutama kaitannya dengan menjadikan laut sebagai kekuatan keamanan negara dan sumber pangan bangsa.

"Kalau DKN ini terbentuk, maka tugas pertamanya adalah mengecek seluruh wilayah laut. Jangan-jangan banyak yang sudah dikasih sertifikat ilegal, ataupun juga pulau-pulau kecil dan terdepan bisa jadi sudah di rusak ekosistemnya dengan ilegal juga," sebutnya.

Baca juga : Marshanda, Kesepian Tanpa Pasangan

Selanjutnya, DKN dapat menjalankan fungsi lainnya untuk mendukung kerja-kerja presiden. Indeks Kesehatan Laut atau Ocean Health Index (OHI) Indonesia saat ini berada pada peringkat 189 dari 220 negara.

SkorIndeks Kesehatan Laut Indonesia secara keseluruhan adalah 61 dari 100, lebih rendah dibandingkan skor rata-rata global yang sebesar 69. Maka dari itu, perlu ada upaya cepat untuk pemulihan ekosistem laut dan pesisir.

"Tentunya DKN ini perlu diisi oleh sumber daya manusia terbaik di bidang kelautan dan berjiwa NKRI. Syukur-syukur memiliki nilai-nilai Ocean Leadership, sehingga akan muda perjalanan kita dalam memulihkan laut untuk sepenuhnya kemakmuran rakyat," tandas Hendra.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.