Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Retreat Kepala Daerah Nggak Efisien? Ini Penjelasan Istana
Jumat, 14 Februari 2025 17:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kritik soal efisiensi retreat kepala daerah yang akan digelar di Lembah Tidar, Magelang, mendapat tanggapan dari pihak Istana.
Kepala Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi menegaskan bahwa retreat ini justru merupakan langkah efisiensi anggaran dan waktu, bukan pemborosan seperti yang dikhawatirkan sebagian pihak.
Baca juga : Kemenag Perkuat Tata Kelola Zakat sebagai Instrumen Penanggulangan Kemiskinan
Hasan menjelaskan bahwa UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah mewajibkan Kemendagri memberikan pelatihan kepada kepala daerah yang baru terpilih dalam waktu dua minggu.
Di sisi lain, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) juga memiliki kewajiban memberikan pendidikan dan pelatihan (diklat) selama minimal satu bulan.
Baca juga : Berangkat Ke Kantor Naik Pesawat Tiap Hari
“Sekarang kedua diklat itu disatukan hanya dalam tujuh hari. Kerja sama dua lembaga ini bisa menghemat biaya dan waktu. Kalau ada yang tanya ini efisien atau tidak? Ini justru perintah UU yang dijalankan dengan sangat efisien,” tegas Hasan dalam konferensi pers, Jumat (14/2/2025).
Disebutkan, retreat ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi bagian dari strategi penguatan kepemimpinan kepala daerah dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pembangunan daerah.
Baca juga : Perkuat Bilateral, Prabowo Ajak Erdogan Garap Industri Pertahanan
Pembekalan kepala daerah ini rencananya akan dilaksanakan pada 21 hingga 28 Februari 2025 di Magelang, Jawa Tengah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya