Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
YMPP dan Unhan Usulkan Margono Djojohadikusumo Jadi Pahlawan Nasional
Senin, 17 Februari 2025 14:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kakek Presiden Prabowo Subianto, Raden Mas Margono Djojohadikusumo diusulkan menjadi pahlawan nasional oleh Yayasan Merah Putih Peduli dan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan).
Usulan ini disampaikan dalam "Seminar Nasional dan Bedah Buku" yang digelar di Unhan, Sentul, Bogor pada Sabtu (15/2/2025).
Rektor Unhan RI Letjen TNI (Purn) Jonni Mahroza mengungkapkan, usulan agar R.M. Margono Djojohadikusumo menjadi pahlawan nasional, muncul dari masyarakat yang berasal dari berbagai kalangan, baik dari para akademisi, praktisi ekonomi, politisi, maupun para pegiat budaya dan sosial.
Menurut Letjen Jonni, kakek Presiden Prabowo, R.M. Margono merupakan salah satu ekonom andal yang memiliki andil besar dalam membangun fondasi ekonomi perbankan Indonesia di era pra-kemerdekaan RI.
“Unhan mendukung penuh usulan R.M. Margono Djojohadikusumo ini untuk menjadi Pahlawan Nasional,” tuturnya.
“Melihat dari rekam jejaknya baik sebagai penggagas sistem ekonomi perbankan yang ditujukan untuk kekuatan ekonomi rakyat, maupun politik pra-kemerdekaan, karena beliau ikut terlibat dalam Sidang BPUPKI, beliau layak untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional,” sambung Letjen TNI (Purn) Jonni Mahroza.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos) Robben Nico mengatakan pihaknya menyambut baik usulan tersebut.
Robben hadir langsung dalam seminar nasional dan peluncuran buku berjudul "Napak Tilas Perjuangan RM Margono Djojohadikusumo dalam Meletakkan Fondasi Perekonomian Indonesia Pasca-kemerdekaan" itu.
Baca juga : Ketahanan Pangan Di Bantul, Kapolri Dorong Swasembada Jagung Nasional
"Hari ini, kami mendengarkan diskusi yang luar biasa menarik tentang sosok mendiang Raden Mas Margono Djojohadikusumo yang kita tahu beliau memang sosok yang berperan bagi bangsa kita, khususnya di bidang perekonomian," ungkapnya.
Yang paling banyak diketahui warga Indonesia, Margono merupakan salah satu pendiri bank sentral pertama di Indonesia yang hari ini bernama Bank Negara Indonesia (BNI).
Namun, dalam diskusi tersebut terungkap bahwa Margono tidak hanya berkiprah di bidang ekonomi.
Margono turut andil dalam berbagai peristiwa penting dalam sejarah perjalanan bangsa, seperti ikut terlibat dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan turut menjadi perwakilan Konferensi Meja Bundar (KMB).
Menurut Robben, berdirinya BNI merupakan salah satu tonggak penting perjalanan bangsa.
Apalagi, di awal-awal kemerdekaan dan berdirinya bangsa Indonesia, belum ada sistem perbankan yang matang.
Sehingga, kata dia, Indonesia sejak awal kemerdekaannya sudah memiliki bekal kuat untuk terus memperkuat perekonomian bangsa.
Hal itu menjadi salah satu landasan pengusulan Margono menjadi pahlawan nasional. Dia bersyukur usulan tersebut didukung oleh masyarakat.
Baca juga : Tim Transisi Pramono-Doel Usulkan Baznas-Bazis Jakarta Bantu Janda Pahlawan
"Dan hari ini Universitas Pertahanan Republik Indonesia juga menjadi salah satu yang memberikan support beliau (Margono) menjadi pahlawan nasional,” ujarnya.
Usulan Margono menjadi pahlawan nasional disampaikan oleh masyarakat melalui Yayasan Merah Putih Peduli kepada Pemerintah Kabupaten Banyumas.
Kemudian, naik ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kemensos hingga nantinya dinilai oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.
Kemudian, presiden akan menerbitkan keputusan presiden (keppres) untuk menetapkan pahlawan nasional yang diumumkan menjelang Hari Pahlawan.
Ketua Panitia Seminar Nasional tersebut, Kolonel Tek Hikmat Zakky Almubaroq menuturkan Margono Djojohadikusumo bersama Mohammad Hatta dan Widjojo Nitisastro berkontribusi dalam pembentukan arah kebijakan ekonomi nasional.
Secara khusus, Margono merancang sistem perbankan Indonesia. Sistem tersebut yang menjadi fondasi kuat yang menopang ekonomi kerakyatan dan ekonomi modern Indonesia.
"Tanpa sistem perbankan, maka tidak ada penyaluran modal, tidak mampu menjaga stabilitas moneter, tidak ada kepercayaan publik dan investor serta tidak terdukungnya infrastruktur dan sektor strategis," katanya.
Unhan pun mendukung penuh pengusulan Margono Djojohadikusumo menjadi pahlawan nasional.
Baca juga : Puan: Pers Pilar Demokrasi, Harus Jadi Kontrol Sosial & Lawan Disinformasi
Usulan tersebut disampaikan sesuai dengan aturan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2010 yang mengatur tata cara penganugerahan tanda jasa dan tanda kehormatan bagi individu yang berjasa luar biasa bagi bangsa dan negara.
Zakky berharap, usulan Margono Djojohadikusumo cepat diterima oleh Kemensos dan dapat segera ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
Seminar ini dipandu oleh Direktur Direktur Yayasan Merah Putih Peduli Karolus Rogger Evantino dengan juga menghadirkan tiga pembicara.
Ketiganya yakni, Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia Letjen TNI (Purn) Jonni Mahroza, Guru Besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia Prof. Yon Machmudi, Ph.D.,Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno.
Hadir pula sejumlah tokoh dan ratusan mahasiswa Universitas Pertahanan sebagai peserta seminar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya