Dark/Light Mode

Menag Bilang Profesi Wartawan Dimuliakan Dalam Al-Qur’an, Ini Lho Alasannya!

Jumat, 7 Maret 2025 21:52 WIB
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Foto: Instagram/nasaruddin_umar
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Foto: Instagram/nasaruddin_umar

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyebut bahwa profesi wartawan memiliki posisi mulia dalam Islam. Bahkan, menurutnya, jurnalisme mendapat perhatian khusus dalam Al-Qur’an.

“Saya kira nggak ada profesi yang mendapatkan nama surah dalam Al-Qur’an kecuali yang berkaitan dengan media ini, surah kewartawanan, An-Naba,” ujar Menag dalam acara peluncuran FP Charity oleh Forum Pimpinan Redaksi (Pemred) dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI), di Jakarta, Jumat (7/3/2025).

Menurut Nasaruddin, peran media sangat penting dalam membangun ketenangan dan kedamaian di masyarakat. Pemberitaan yang baik dan bertanggung jawab, kata dia, merupakan bagian dari amal jariyah yang pahalanya tidak terputus meski seseorang telah meninggal dunia.

Baca juga : SIM Keliling Tangsel Selasa 4 Maret, Cek Disini Lokasinya

“Amal jariyahnya media itu adalah menciptakan ketenangan, kedamaian, balancing. Karena kalau kita juga terlalu diam, kaku, gak ada dinamikanya, Indonesia gak maju, gak berkembang,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya sikap kritis terhadap sebuah berita, sebagaimana diatur dalam Al-Qur’an. Menag mencontohkan bagaimana Nabi Muhammad SAW melakukan tabayyun atau klarifikasi terhadap kabar mengenai dua konglomerat Yahudi yang ingin membangun sinagoge dekat Masjid Quba di Madinah.

Para sahabat Nabi sempat merasa keberatan, tetapi setelah dilakukan klarifikasi, diketahui bahwa tujuan pembangunan sinagoge itu sebenarnya untuk mendapatkan keberuntungan sebagaimana umat Islam yang menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan.

Baca juga : BPS Bilang Deflasi 0,48 Persen Bukan Karena Daya Beli Lemah, Tapi Ini Pemicunya

“Jadi orang yang tidak pergi ke masjid itu ketinggalan informasi kan gak ada handphone, gak ada TV pada waktu itu. Rugi orang kalau tidak pergi ke masjid,” katanya.

Akhirnya, lanjut Nasaruddin, setelah mendengar penjelasan Nabi Muhammad SAW, kedua orang Yahudi tersebut menghentikan pembangunan sinagoge dan malah memilih memperluas masjid.

Jika Nabi Muhammad SAW tidak menyikapi berita tersebut secara kritis, kata Menag, hasilnya bisa sangat berbeda. Oleh karena itu, seperti kisah tersebut, peran media penting dalam menciptakan Indonesia yang stabil.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.