Dark/Light Mode

Gibran Kunjungi Lokasi Banjir Di Sukabumi

Prabowo Jalan Kaki Terobos Banjir Bekasi

Minggu, 9 Maret 2025 08:15 WIB
Presiden Prabowo Subianto mengunjungi masyarakat terdampak banjir di Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (8/3/2025). (Foto: Instagram/prabowo)
Presiden Prabowo Subianto mengunjungi masyarakat terdampak banjir di Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (8/3/2025). (Foto: Instagram/prabowo)

 Sebelumnya 
Di tempat terpisah, Gibran turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir bandang di Sukabumi. Dalam kunjungannya, Gibran memastikan percepatan rehabilitasi infrastruktur serta relokasi bagi warga terdampak.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka didampingi Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (keempat kiri), Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti (kelima kiri) meninjau penanganan pascabencana banjir dan longsor di Sukabumi, Sabtu (8/3/2025). (Foto: BPMI Setwapres)

Setidaknya ada dua lokasi yang dikunjungi Gibran dalam peninjauan dampak banjir bandang di Sukabumi. Lokasi pertama adalah Jembatan Cidadap di Kecamatan Simpenan yang amblas akibat terjangan banjir pada Kamis (5/3/2025) malam. Jembatan ini merupakan penghubung utama antara Desa Cidadap dan Desa Loji. Seorang warga dilaporkan tewas setelah tersapu derasnya arus banjir.

Saat meninjau lokasi, Gibran mengenakan kemeja putih, celana hitam, dan sepatu bot oranye. Ia didampingi Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Kepala Basarnas Marsekal Muda TNI Mohammad Syafii, dan Bupati Sukabumi Asep Japar.

Gibran langsung mengecek kondisi jembatan yang menghubungkan Desa Cidadap dan Desa Loji. Ia juga menyapa warga terdampak yang antusias menyambut kedatangannya.

Dari Jembatan Cidadap, Gibran melanjutkan peninjauan ke kawasan terdampak lainnya, yakni Terminal dan Pasar Semi Modern Pelabuhan Ratu. Kondisi terminal dan pasar sudah luluh lantak diterjang air bah. Didampingi Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti, Gibran juga meninjau langsung permukiman warga yang rusak. Termasuk rumah ibadah seperti masjid dan gereja yang mengalami kerusakan parah.

Baca juga : Temani Mensos, Letkol Teddy Urus Sekolah Rakyat

Banjir di kawasan ini juga merenggut nyawa seorang ibu dan anaknya.

Di kedua lokasi tersebut, Gibran berdialog dan mendengarkan keluh kesah warga. Gibran juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako, alat kebersihan, selimut, serta paket buku dan mainan untuk anak-anak.

Usai kunjungan, Gibran meminta Kementerian PU segera memperbaiki infrastruktur yang rusak dan melakukan normalisasi sungai.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, banjir melanda 12 desa di 9 kecamatan dan sebaran titik longsor pada 30 desa di 22 kecamatan. Akibat bencana ini, 4 orang dilaporkan meninggal dunia dan lima lainnya masih dalam pencarian.

Wamen PU Diana Kusumastuti menyampaikan, Wapres menekankan perlunya langkah strategis dalam penanganan pasca-bencana banjir yang kali ini lebih berat dibandingkan kejadian sebelumnya pada November 2024. Salah satu fokus utamanya adalah normalisasi sungai melalui pengerukan dan pengurangan sedimentasi guna memperlancar aliran air.

Baca juga : KPK Sampaikan Info Ke Badan Gizi, Makan Bergizi Gratis Disunat Jadi 8 Ribu

“Tadi kami sudah diskusi dengan Pak Bupati (Sukabumi) dan juga nanti pemerintah provinsi yang akan melakukan pengerukan terhadap sungai,” kata Diana, di lokasi.

Selain itu, lanjut Diana, Wapres mengimbau agar warga yang terdampak tidak kembali bermukim di daerah sempadan sungai demi menghindari risiko bencana serupa di masa mendatang.

“kalau bisa sungai diperlebar. Dengan diperlebar maka jalannya air itu akan lebih leluasa, tidak mengganggu dan nantinya juga tidak berdampak kepada penduduk-penduduk yang diam di situ,” tegasnya.

Kemudian dari segi infrastruktur, Diana menyampaikan bahwa Wapres menginstruksikan percepatan perbaikan Jembatan Cidadap yang rusak agar arus transportasi, baik bagi warga maupun distribusi barang, dapat kembali berjalan lancar. Sementara ini supaya lebih bermanfaat, bisa difungsikan, nanti akan dipasang Jembatan Bailey dulu agar bisa difungsionalkan.

“Nanti secara permanen akan dilakukan setelah lebaran, akan ada penggantian jembatan tersebut,” jelasnya.

Baca juga : Jelang Lebaran, Warga Rame-rame Utang Pinjol

Menurut Diana, upaya relokasi warga yang bermukim di sempadan sungai juga turut menjadi perhatian, mengingat pentingnya mitigasi risiko untuk mencegah dampak bencana serupa di masa mendatang. Adapun pembangunan rumah untuk relokasi warga yang rumahnya rusak berat akan dilakukan oleh BNPB, sedangkan lahan relokasi disiapkan oleh Pemerintah Daerah.

“Nah, daerah mencarikan lahannya, mungkin BNPB itu nanti akan membangunkan rumahnya. Nanti akan dihitung,” tandasnya. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.