Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Pengelolaan Sampah
Adapun keseriusan Pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah ditekankan melalui program terpadu pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan program ini sebagai bagian dari strategi nasional pengelolaan sampah berkelanjutan
Baca juga : Menteri Brian Segera Cairkan Tukin Dosen
Menurut Hanif, program pengelolaan sampah di hulu mencakup implementasi program komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) untuk mengubah perilaku masyarakat. Kemudian kewajiban pemilahan sampah di sumber oleh rumah tangga, produsen, dan pelaku usaha.
Selanjutnya optimalisasi program Extended Producer Responsibility (EPR) pada sektor manufaktur dan ritel. Lalu implementasi program ‘1 RW 1 Bank Sampah’ secara nasional. Selain itu menurut Hanif, pengembangan fasilitas daur ulang dan Bank Sampah Induk di setiap daerah.
Baca juga : Bahlil Gencarkan Silaturahmi
Untuk pengelolaan di hilir, Hanif menuturkan, Kementerian Lingkungan Hidup fokus kepada peningkatan layanan pengumpulan dan pengangkutan sampah terpilah. Pengembangan fasilitas pengolahan sampah dengan teknologi ramah
Sementara transformasi tempat pemrosesan akhir (TPA) menuju sistem sanitary landfill meliputi penertiban pembuangan dan pembakaran sampah ilegal. Serta perbaikan tata kelola meliputi regulasi, kelembagaan, dan pendanaan.
Baca juga : Indonesia Airlines Ramaikan Medsos
Hanif menuturkan, program ini menargetkan pengurangan timbunan sampah hingga 30 persen pada tahun 2025. Peningkatan penanganan sampah hingga 70 persen. Kemudian penciptaan lapangan kerja baru di sektor pengelolaan sampah dan pembentukan bank sampah baru, dengan target 1 RW 1 Bank Sampah.
“Kami merekomendasikan alokasi anggaran sebesar 3 persen dari APBD atau sekitar Rp 120.000 per kapita per tahun untuk mendukung implementasi program ini,” sebut Hanif. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya