Dark/Light Mode

Hadapi Angkutan Lebaran 2025, Begini Strategi Menhub dan Pemprov Lampung

Kamis, 13 Maret 2025 21:43 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melakukan koordinasi dengan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. (Foto: Kemenhub)
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melakukan koordinasi dengan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. (Foto: Kemenhub)

 Sebelumnya 
Menhub menekankan perlunya perhatian khusus pada seluruh perlintasan sebidang, baik yang dijaga maupun tidak, mengingat tingginya arus kendaraan, lebar perlintasan yang sempit, serta jarak perlintasan yang berdekatan.

“Kami berharap aspek keselamatan di JPL ini menjadi perhatian bersama, agar masyarakat merasa aman saat melintas,” tegasnya.

Pengawasan Angkutan Barang

Kemenhub juga meminta Pemprov Lampung memperketat pengawasan terhadap angkutan barang, terutama kendaraan yang kelebihan muatan atau over dimension & over loading (ODOL).

Baca juga : Siap Sambut Lebaran 2025, Progres Perbaikan Jalan Di Jateng Capai 95 Persen

Selain itu, peningkatan layanan angkutan feeder menuju terminal, stasiun, dan bandara juga menjadi perhatian agar transportasi umum dapat berfungsi lebih optimal.

Dalam rangka memastikan kelancaran arus mudik dan balik, Menhub menekankan pentingnya pembentukan posko angkutan Lebaran, pelaksanaan ramp check terhadap armada transportasi, pemeriksaan kesehatan pengemudi, serta edukasi terkait sistem online ticketing untuk kapal feri.

Menanggapi hal ini, Rahmat Mirzani Djausal menyatakan kesiapan daerahnya dalam mendukung kelancaran angkutan Lebaran 2025.

Baca juga : Menhub Koordinasikan Kesiapan Angkutan Lebaran Bersama Sri Sultan

“Kami siap untuk berkoordinasi dan memastikan angkutan Lebaran berjalan aman, nyaman, dan terkendali. Kami juga telah meningkatkan kesiapan di simpul-simpul transportasi seperti bandara, stasiun, terminal, dan pelabuhan,” ujar Gubernur Rahmat.

Sebagai bagian dari upaya pengendalian arus penyeberangan Merak-Bakauheni, Pemprov Lampung akan menerapkan strategi seperti buffer zone, kantung parkir dengan sistem delaying, serta pemanfaatan pelabuhan alternatif untuk kondisi darurat.

Selain itu, sistem pembelian tiket Ferizy akan diperketat dengan penerapan jarak maksimal pembelian tiket, serta penyamarataan tarif pada periode H-5 hingga H+5 Lebaran.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.