Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Industri Tekstil Dapat Angin Segar, Pemerintah Genjot Penyelesaian IEU-CEPA
Rabu, 19 Maret 2025 21:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menegaskan pentingnya percepatan penyelesaian perundingan ekonomi komprehensif dengan Uni Eropa (IEU-CEPA) guna menjaga daya saing industri tekstil nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global. Uni Eropa saat ini menjadi pasar terbesar bagi industri tekstil dan produk tekstil Indonesia, dengan pangsa sekitar 30 persen dari permintaan global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam pernyataannya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/3), menyebutkan bahwa akses ke pasar Uni Eropa menjadi faktor krusial bagi keberlangsungan industri tekstil Indonesia.
“IEU yang besarnya marketnya, sekitar hampir 30 persen dari demand global, Amerika sekitar 15 persen dan sisanya negara-negara lain,” ujar Airlangga.
Baca juga : Kapolri Pastikan Ada Angin Segar di Tengah Gelombang PHK
Sebagai perbandingan, Vietnam berhasil meningkatkan ekspor tekstilnya hingga 50 persen setelah menyelesaikan perjanjian perdagangan serupa. Pemerintah berharap industri tekstil Indonesia dapat memperoleh manfaat serupa setelah IEU-CEPA disepakati dan diterapkan.
Selain mendorong ekspor, pemerintah juga merancang kebijakan domestik untuk meningkatkan daya saing industri tekstil dalam negeri, khususnya bagi pelaku usaha menengah dan kecil (UMK).
Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah program revitalisasi permesinan guna meningkatkan efisiensi produksi. Regulasi terkait program ini akan segera diterbitkan, dengan alokasi dana sebesar Rp 20 triliun sebagai subsidi investasi untuk modernisasi peralatan produksi.
Baca juga : Pastikan Arus Mudik Lancar, Pemerintah Bentuk Tim Respons Cepat
“Kalau mesinnya tidak diperbaiki, daya saing, baik dari penggunaan energi maupun produksi, speed-nya akan lebih lambat,” kata Airlangga.
Pemerintah juga menyiapkan skema kredit investasi dengan tenor delapan tahun dan subsidi bunga lima persen untuk mendukung industri padat karya seperti tekstil, sepatu, makanan-minuman, furnitur, dan kulit. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri nasional serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
Dalam rapat terbatas yang membahas sektor industri ini, hadir pula Menteri Keuangan Sri Mulyani, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu, serta anggota DEN Chatib Basri dan Arief Anshory Yusuf.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya