Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Disorot PKB
Kang Dedi, 1,6 Juta Pemuda Di Jawa Barat Nganggur Nih!
Rabu, 26 Maret 2025 07:20 WIB
Sebelumnya
Pada program tersebut, kata Hendra, melibatkan kolaborasi berbagai pihak, seperti Pemerintah, masyarakat dan kader. Dia meyakini, pendekatan ini dapat membantu penganggur mendapatkan pekerjaan, baik di dalam maupun luar negeri.
“Termasuk pendampingan berwirausaha yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan mereka,” ujarnya.
Dengan demikian, kata Hendra, penanganan pengangguran berbasis data individu tidak hanya mengurangi angka pengangguran. Tetapi juga meningkatkan kualitas tenaga kerja. Dia menegaskan, dengan pendekatan ini penanggur lebih presisi dan valid.
Baca juga : Kena OTT, Hakim Erintuah Sempat Ingin Bunuh Diri
“Pendekatan yang menjadi pembeda dalam upaya penanganan pengangguran berbasis individu adalah sasaran penganggur yang tidak lagi bersifat data makro/persentase per kabupaten/kota, tetapi lebih presisi dikarenakan proses data yang di konfirmasi per individu (profiling) dan divalidasi oleh admin kabupaten/kota beserta admin provinsi,” kata Hendra.
Tidak hanya itu, kata Hendra, proses penanganan pengangguran baru akan diasumsikan selesai apabila individu tersebut telah mempunyai rintisan usaha baru atau telah mendapatkan pekerjaan.
Terkait jumlah pengangguran terbuka, saat ini pihaknya pun masih dalam tahap collecting data dan verifikasi terkait jumlah pengangguran. Juga, update kondisi perusahaan-perusahaan terkini baik dari laporan kabupaten/kota maupun secara langsung.
Baca juga : Waspada, Pinjol Ilegal Gencar Cari Mangsa
Adapun target dari penanganan pengangguran berbasis data individu tersebut, kata Hendra, dengan asumsi target dari upaya penanganan pengangguran berbasis data individu yaitu ada di kisaran 5,91 persen atau turun 0,84 persen dari sebelumnya.
“Data BPS Jabar periode Agustus 2024 menyatakan TPT Jabar pada kisaran 6,75 persen atau sebanyak 1,6 juta orang dengan asumsi target dari upayapenanganan pengangguran berbasis data individu, bentuk ikhtiar dari Pemprov Jawa Barat ada di kisaran 5,91 persen atau turun 0,84 persen dari sebelumnya,” tegasnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) supaya tidak lagi bekerja administratif atau hanya sesuai tugas pokok dan fungsi jabatan saja.
Baca juga : Tindak Tegas Dong Pelaku Kecurangan Takaran Beras
Menurutnya, model bekerja konvensional itu tidak cukup, mengingat Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyebut upaya memberantas pengangguran dan kemiskinan adalah kerja patriotik. “Jadi panggilan patriotik ya, kerja yang apa? Kalau main bola mah total football lah,” ujarnya.
Dia berharap, seluruh ASN dan OPD bisa menghadirkan sesuatu yang istimewa dalam memberikan pelayanan publik, karena itu bekerja keras dan totalitas menjadi syarat.
“Lebih baik pulang nama daripada gagal dalam tugas. Nggak boleh pulang kalau belum sukses,” katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya