Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hindari Terulangnya Kasus Keracunan
Pengawasan Pelaksanaan MBG Harus Ditingkatkan
Kamis, 24 April 2025 07:25 WIB
Sebelumnya
Dadan juga menyampaikan empati dan kepedulian terhadap insiden yang menimpa puluhan siswa itu. Dia menegaskan, keselamatan para siswa merupakan prioritas utama Pemerintah dalam program MBG.
“Kami menyampaikan rasa empati dan berharap seluruh siswa segera pulih. Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama. Kami sedang melakukan pemeriksaan terkait dugaan penyebab keracunan, apakah berasal dari MBG atau bukan,” tuturnya.
Selain itu, lanjut Dadan, pihaknya juga telah mengambil sejumlah langkah antisipasi, seperti peningkatan pengawasan standar penyimpanan makanan di dapur MBG dan penyempurnaan sistem berskala nasional.
Baca juga : Parlagutan Harahap Terbukti Jual Beli Suara
“Kami juga mendorong transparansi jadwal menu harian melalui kanal digital, serta peningkatan kapasitas pelatihan keamanan pangan bagi seluruh penyedia,” tandasnya.
Diketahui, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Jabar, menetapkan keracunan yang menimpa puluhan siswa dari dua sekolah di Cianjur, yakni Madrasah Aliyah Negeri (MAN 1) dan SMP PGRI 1 Kabupaten Cianjur, sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Kasus yang terjadi pada Selasa (22/4/2025), diduga disebabkan oleh konsumsi MBG.
Sebelumnya, kasus keracunan makanan diduga dari MBG juga terjadi di Batang, Jawa Tengah (Jateng), Senin (14/4/2025). Kasus itu terjadi di SDN Proyonanggan.
Baca juga : Buntut Suap Vonis Lepas Perkara CPO, 60 Hakim Dipindah Ke Luar Jakarta...
Kasus keracunan MBG di sejumlah daerah juga ramai diperbincangkan netizen di media sosial X.
“Kasus keracunan di Cianjur itu hanya satu dari sekian kasus keracunan makananan dari MBG. Mungkin pengawasannya agak longgar, sehingga penyimpanan atau penyajiannya kurang higienis,” cuit akun @robtaorange.
“Saya menudukung MBG. Harus diakui, tidak semua siswa bisa memperoleh makanan yang layak di rumah mereka. Tapi, harus diperhatikan betul gizi dan kualitas masakannya, pak,” tulis akun @rohmaewiddya.
Baca juga : 12 Titik Di Jakarta Utara Diramal Terendam Banjir
“MBG itu bagus. Terjadinya keracunan di satu daerah jangan digeneralisir. Adanya kasus menandakan, pihak penyelenggara MBG perlu diawasi dan diberikan bimbingan,” ujar akun @8347928r97832_.
“SOP-nya perlu dievaluasi, tapi programnya jangan dihapus. Sebab, MBG bisa mendongkrak kualitas gizi anak-anak,” timpal akun @ags-nung_hidaytat. [SSL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya