Dark/Light Mode

Netizen Dukung Vaksin TBC: Ini Cara Selamatkan Jutaan Jiwa

Kamis, 8 Mei 2025 12:34 WIB
Ilustrasi vaksinasi. (Foto : Rakyat Merdeka)
Ilustrasi vaksinasi. (Foto : Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Warganet mengapresiasi rencana pemerintah yang menggandeng pendiri Microsoft sekaligus filantropis Bill Gates untuk mengembangkan vaksin TBC di Indonesia.

Pasalnya, Indonesia saat ini menempati peringkat kedua dunia dalam jumlah kematian akibat TBC, setelah India. Rata-rata, 90.000 hingga 100.000 orang meninggal setiap tahun karena penyakit ini.

Akun @RodriChen di X menyebut, Indonesia akan beruntung dengan adanya uji coba ini, “Indonesia akan diuntungkan dari studi yang dilakukan di sini, karena akan lebih mudah diterjemahkan ke konteks lokal. Dan ilmuwan kita juga butuh bisa mengerjakan uji klinis. Kita tidak bisa jadi pengguna saja selamanya,” demikian @RodriChen, rabu (7/5).   

Sebelumnya, Presiden Prabowo bertemu dengan Bill Gates, di Istana, Jakarta, Rabu (7/5/2025). Pada kesempatan tersebut, Indonesia akan menjadi salah satu tempat uji coba vaksin tersebut, terlebih kasus TBC di Indonesia masih menjadi penyakit cukup parah dan mematikan.

Baca juga : Ipemi Dukung Ekraf Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi

"Kita mengetahui bahwa TBC memakan korban kita cukup besar yang meninggal hampir 100.000 tiap tahun dan itu tekad kita untuk menurunkan dan beliau menunjukkan komitmen beliau untuk terus membantu kita di bidang itu juga untuk beliau sedang kembangkan vaksin malaria," jelas Prabowo.

Pemerintah memastikan, bahwa pemberantasan TBC menjadi salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo. Selain penguatan sistem deteksi dini dan pengobatan, pengembangan vaksin menjadi strategi utama.

Biofarma, produsen vaksin terbesar di dunia yang berbasis di Bandung, dipercaya untuk memimpin pengembangan ini. Saat ini, Biofarma adalah produsen vaksin polio terbesar di dunia, mengekspor ke 150 negara, dan menyelamatkan 9–10 juta nyawa setiap tahun. Perusahaan ini juga berhasil memproduksi vaksin Covid-19 “Merah Putih” secara mandiri.

Gates Foundation, pembeli vaksin polio terbesar secara global, kini mendukung pengembangan vaksin TBC oleh Biofarma. Vaksin ini diharapkan tak hanya membantu Indonesia, tetapi juga menyelamatkan jutaan jiwa di seluruh dunia dan mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam inovasi kesehatan global.

Baca juga : Didukung Pertamina, UMKM Dara Baro Buktikan Limbah Sisa Kain Mampu Mendunia

Namun ada juga yang menentang rencana ini. Mantan Deputi II Kantor Staf Presiden, Yanuar Nugroho, sempat menyindir program uji coba vaksin TBC yang didukung oleh Gates Foundation dan Pemerintah Indonesia.

Melalui platform X, Yanuar menyebut dana hibah senilai Rp2,6 triliun untuk uji klinis vaksin TBC sebagai bentuk “menjual rakyat sendiri”.

Meski postingannya telah dihapus, pada Kamis (8/5) namun, kritiknya mendapat reaksi netizen.

Akun @bulelengman menanggapi, “Ini program bukannya udah lama ya mas? Masuk ke program prioritas kesehatan utk pengentasan TB juga. Karena emang kita ga pernah beres TB-nya berkat rokok. Keknya salah satu alasan paspor kita lemah juga karena preseden TB ini.”

Baca juga : BMI Dukung Usulan Sultan HB II Sebagai Pahlawan Nasional

Sementara akun @lyndaibrahim mengingatkan bahwa uji coba vaksin adalah tahapan sah dalam proses medis. “Mas, maaf, bukannya uji coba vaksin itu masuk dalam protokol medis? Artinya, selama tertib dilakukan dalam koridor itu, tidak ada masalah etis?”

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.