Dark/Light Mode

Pengawasan Dilakukan Bersama-sama

Program Anak Masuk Barak Militer Dibolehkan

Rabu, 14 Mei 2025 07:25 WIB
Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA Pribudiarta Nur Sitepu. (Foto: Dok. KemenPPPA)
Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA Pribudiarta Nur Sitepu. (Foto: Dok. KemenPPPA)

 Sebelumnya 
Dengan begitu, kebijakan yang dijalankan benar-benar efektif mengatasi permasalahan yang dialami oleh anak dan remaja.

“Mari kita kawal dan dampingi bersama. Kalau itu menjadi best practices, mungkin bisa direplikasi. Tapi, kalau masih ada beberapa hal perlu penyempurnaan, mari kita perbaiki bersama,” ajaknya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Jabar Siska Gerfianti mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Open Data Provinsi Jabar, jumlah kasus kenakalan remaja di Provinsi Jabar mengalami tren penurunan dalam tiga tahun terakhir. Ada 12.345 kasus pada 2020, 11.567 kasus pada 2021 dan turun menjadi 10.890 kasus di tahun 2022.

Menurut Siska, jenis kenakalan remaja yang paling menonjol di Jabar, meliputi tawuran antarsekolah, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas dan tindak kriminal lainnya.

Baca juga : Hubungan DPRD Dan Bupati Deli Serdang Tak Harmonis

Sebab itu, salah satu langkah praktis yang diambil dalam kebijakan ini adalah penerapan program pelatihan karakter melalui pendekatan ketarunaan. Tujuannya memperkuat integritas, penanaman nilai-nilai kebangsaan, serta membangun kedisiplinan dan tanggung jawab sosial di kalangan peserta didik.

Secara khusus, lanjut dia, program tersebut menyasar anak-anak dan remaja yang menunjukkan potensi risiko kekerasan atau kenakalan secara konsisten.

Pihaknya berharap, program itu mampu membentuk pribadi yang positif melalui proses pendidikan yang terstruktur dan pembiasaan berkelanjutan.

“Tujuan yang lebih spesifik, mewujudkan Pancawalwiya Jabar Istimewa, yaitu generasi muda yang cageur (sehat), bageur (berakhlak baik), bener, pinter dan singer (tanggap),” tuturnya.

Baca juga : Perbaiki Tata Kelola Geopark Danau Toba

Program memasukan anak bermasalah ke barak militer juga masih ramai diperbincangkan netizen di media sosial X.

“Saya sih setuju dengan program ini. Mereka yang mengkritisi hanya iri dan tidak tahu persoalan yang sebenarnya terjadi di lapangan,” cuit akun @motrAingKumaha_.

“Setidaknya, si anak punya keahlian baru saat pulang nantu, yakni jago baris berbaris dan upacara bendera,” tulis akun @mustahaggjanur.

“Pemprov DKI mungkin bisa tiru Jabar. Pesertanya, warga-warga yang doyan tawuran kayak di Manggarai,” usul akun @rCreaton20.

Baca juga : Merger GoTo-Grab Berpotensi Munculkan Monopoli Pasar

“Pak Dedi, suami yang nggak mau kerja, kesehariannya hanya mancing, berangkat pagi pulang malam, tolong dimasukin ke barak militer juga. Biar mereka diajarin cara bertanggung jawab keluarga,” ujar akun @Inodo88. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.