Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Pelaksanaan Pogram Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan pengalaman luar biasa bagi narapidana di Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.
Di lapas ini, napi dipekerjakan untuk menyukseskan program andalan Presiden Prabowo Subianto.
Mereka dilatih khusus dan tersertifikasi sehingga layak untuk bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG yang kebetulan berdiri di komplek lapas.
Rijatono Lakka, salah satu napi bersyukur mempunyai kegiatan baru di lapas.
Baca juga : Kapolri Tinjau SPPG Polda Sulsel, Pastikan Kesiapan Dukung Program MBG
"Sekarang hari-hari saya semakin cepat berlalu, karena sibuk di dapur, menyiapkan makanan untuk program MBG,” kata Tono, sapaan akrab Rijatono Lakka, dalam keterangannya, Jumat (16/5/2025).
Tono mengaku, di rumah dirinya memiliki usaha rumah makan dan memang ahli dalam meramu makanan.
“Saya senang sekali bisa berkontribusi menyukseskan program Bapak Presiden Prabowo dengan penuh tanggung jawab. Dari kegiatan ini, warga binaan jadi punya keahlian. Dengan keahlian, warga binaan jadi punya tempat di masyarakat, punya kesempatan untuk bekerja ketika nanti sudah kembali ke masyarakat,” ujar Tono.
Bukan cuma Tono, ada sekitar 47 warga binaan lainnya yang juga terlibat mengelola Dapur MBG untuk melayani 3.450 lebih penerima manfaat setiap hari. Dari mulai menerima bahan baku, mengecek kualitas, membersihkan, memasak, mengemas makanan, hingga mencuci peralatan masak dan makan.
Baca juga : Empat Tahun PERTIWI, Sukses Cetak 40 Pemimpin Perempuan Di Pertamina Grup
Firsa dan Dimas, warga binaan lainnya, mengaku bangga bisa terlibat di Dapur MBG. Firsa mendapat tugas memasak protein. Sedangkan Dimas juru masak nasi atau karbohidrat lainnya.
“Kami jadi dapat ilmu, pengalaman, dan teman baru. Saya jadi tahu ternyata menjaga gizi sangat penting. Saya bangga karena ini termasuk pengabdian kepada Bapak Presiden,” kata Firsa.
"Saya terharu, termotivasi, dan bangga ketika peralatan makan sudah kembali ke dapur, kami mendapat surat cinta dari siswa. Saya berharap program ini bisa terus berlanjut. Jadi ketika kami sudah kembali ke masyarakat, bisa terlibat di dapur lagi,” ujar Dimas.
Terpisah, Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office(PCO), Adita Irawati mengatakan, pemberdayaan warga binaan merupakan salah satu contoh nyata dampak positif dari pelaksanaan Program MBG.
Menurut Adita, pesan Presiden Prabowo sangat jelas dan tegas bahwa Program MBG harus memberikan dampak positif seluas-luasnya.
Baca juga : India Vs Pakistan Mendidih, Perang Nuklir Di Depan Mata
"Lapas Sukamiskin sudah menerapkan pemberdayaan, sesuai tujuan dari program MBG. Warga binaan mendapat pelatihan khusus dan tersertifikasi untuk bisa terlibat dalam program MBG. Jadi, semua sesuai standar yang sudah Badan Gizi Nasional tetapkan. Koperasi di lapas juga diberdayakan sebagai vendor penyediaan bahan baku,” beber Adita usai kunjungan kerja ke Lapas Kelas I Sukamiskin.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya