Dark/Light Mode

Petani Jangan Takut Banjir, Padi Inpari 30 Tahan Rendaman Sampai 15 Hari

Rabu, 22 Januari 2020 17:39 WIB
Padi Inpari 30 (Foto: Humas Kementan)
Padi Inpari 30 (Foto: Humas Kementan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Memasuki tahun 2020, curah hujan hampir merata di seluruh wilayah Indonesia. Di daerah dataran rendah, curah hujan yang tinggi membuat kelebihan cadangan air sehingga menyebabkan tergenangnya tanaman yang ada di lahan tersebut. 

Untuk mengatasi permasalahan ini, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) telah menghasilkan varietas padi yang tahan rendaman akibat banjir. Varietas tersebut adalah Inpari 30 Ciherang Sub 1 yang telah dilepas pada 2012. 

Berita Terkait : Menag Ingatkan Pegawainya Jangan Ada Manipulasi Laporan Keuangan

Kepala BBPadi, Priatna Sasmita, menyampaikan, varietas padi tersebut memiliki daya tahan lebih kuat. “Inpari 30 Ciherang Sub 1 adalah varietas padi varietas unggul baru yang tahan terhadap rendaman air," ujar Priatna.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Haris Syahbuddin, menyampaikan, Inpari 30 Ciherang Sub 1 adalah varietas yang sudah disiapkan untuk mengatasi banjir. Varietas Inpari 30 Ciherang Sub 1 mampu merecover dirinya saat terendam, hal ini yang menjadi kelebihannya dan tidak dimiliki varietas padi lainnya.

Berita Terkait : Diterjang Banjir, 6 Tahanan KPK Sempat Ngungsi

"Varietas Inpari 30 Ciherang Sub 1 tahan terhadap rendaman air sampai 15 hari. Kalau banjir dan terendam tanaman padi ini mampu menyimpan cadangan energi selama terendam kemudian tumbuh kembali setelah air surut dan tidak mati, kalau padi yang lain pasti akan mati itu," ucap Haris.

Sesuai deskripsinya, Inpari 30 Ciherang Sub 1 cocok untuk ditanam di sawah irigasi dataran rendah sampai ketinggian 400 meter di atas permukaan laut pada daerah luapan sungai, cekungan, dan rawan banjir lainnya dengan rendaman keseluruhan fase vegetatif selama 15 hari. Umur tanaman Inpari 30 Ciherang Sub 1 hanya 111 hari setelah semai dengan potensi hasil 9,6 ton per hektare. Tekstur nasi pulen yang disukai sebagian besar masyarakat umumnya. [KAL]