Dark/Light Mode

Menkes Jalani Cek Kesehatan Gratis, Lingkar Perutnya Masih Aman

Minggu, 8 Juni 2025 21:46 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin menyerahkan KTP elektronik sebelum menjalankan cek kesehatan gratis di Puskesmas Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan. (Foto: tangkapan layar IG Kemenkes)
Menkes Budi Gunadi Sadikin menyerahkan KTP elektronik sebelum menjalankan cek kesehatan gratis di Puskesmas Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan. (Foto: tangkapan layar IG Kemenkes)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjalankan cek kesehatan gratis (CKG) di Puskesmas Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (8/6/2025).

Dalam postingan video di akun Instagram Kementerian Kesehatan @kemenkes, BGS terlihat menyerahkan KTP elektronik sebelum diperiksa.

“Pertama kali, saya diperiksa tekanan darah, (hasilnya) bagus,” kata BGS.

Hasil pemeriksaan tekanan darah tersebut menunjukkan, tensi BGS berada di angka 122/77 atau masih dalam batas normal.

Baca juga : Senator PBD Paul Sayangkan Isu Kerusakan Lingkungan di Pulau Gag

Mengacu ketentuan American Heart Association, tekanan darah normal orang dewasa berada di bawah 120/80 mmHg. Bila angkanya melebihi 130/80 mmHg, berarti sudah masuk kategori hipertensi.

Setelah itu, BGS timbang badan dan menjalani pengukuran lingkar perut. Hasilnya, berat badan BGS mencapai 74,75 kg. Sedangkan lingkar perutnya, di bawah 90 cm. “Jadi, lumayan,” cetus BGS.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, lingkar perut pria dewasa dinyatakan normal, bila angkanya kurang dari 90 cm.

Lingkar perut yang melebihi 90 cm dapat menjadi indikasi obesitas sentral, yang berhubungan dengan risiko penyakit seperti diabetes dan penyakit jantung. 

Baca juga : Indonesia CARE Gelar Dapur Kurban Di Kampung Pemulung Tanah Abang

Kelar urusan lingkar perut, BGS menjalani periksa darah, telinga, dan mata. Untuk mata, BGS mengaku banyak kekurangan.

Di akhir sesi, BGS periksa gigi dan Elektrokardiogram (EKG). 

EKG (Elektrokardiogram) adalah pemeriksaan untuk merekam aktivitas listrik jantung. Alat ini membantu mendeteksi berbagai masalah jantung seperti gangguan irama jantung, serangan jantung, atau kelainan otot jantung. 

EKG merupakan prosedur medis non-invasif yang umum digunakan untuk mengevaluasi fungsi jantung.

Baca juga : Komitmen Jaga Kelestarian Raja Ampat, Fraksi Gerindra Dukung Evaluasi Tambang

"Semuanya sudah langsung dimasukkan ke Simpus, dan di-upload ke aplikasi Satu Sehat. Dan saya bisa lihat di aplikasi Satu Sehat saya, dan saya dapat WA dari teman-teman Puskesmas," tutur BGS.

"Saya ingin ucapkan terima  kasih ke Pak Camat, Ibu Kepala Puskesmas dan semua pegawai Puskesmas Kecamatan Pancoran, yang telah membantu saya dan membantu masyarakat Jakarta, untuk melaksanakan CKG. Tugas kita menjaga mereka supaya tetap sehat, kalau bisa jangan sakit," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.