Dark/Light Mode

Menteri ESDM, Gubernur Papua Barat, Bupati Raja Ampat Kunjungi Pulau Gag

Warga Ingin Penambangan Nikel Berlanjut, Tapi Pengawasan Diperketat

Senin, 9 Juni 2025 14:10 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu dan Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati kompak meninjau aktifitas penambangan yang dilakukan PT Gag Nikel di Pulau Gag, Raja Ampat. Foto: Istimewa
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu dan Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati kompak meninjau aktifitas penambangan yang dilakukan PT Gag Nikel di Pulau Gag, Raja Ampat. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu dan Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati kompak meninjau aktifitas penambangan yang dilakukan PT Gag Nikel di Pulau Gag, Raja Ampat.

Saat peninjauan, rombongan mendengar secara langsung aspirasi masyarakat yang menginginkan aktifitas pertambangan nikel dilanjutkan.

"Saya menyempatkan diri bersama Gubernur dan Bupati Raja Ampat melakukan kunjungan ke Pulau Gag, Raja Ampat, naik heli dalam rangka merespon apa yang menjadi perkembangan pemberitaan di media sosial. Kami menghargai semuanya, pemberitaan itu kami menghargai dan bentuk penghargaan itu kita terus cek, supaya lebih objektif kondisi yang ada," ujar Bahlil saat temu media di hotel Swiss Bell Sorong, Sabtu (7/6/2025).

Sementara, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menilai, kondisi pertambangan yang digambarkan selama ini dianggap buruk tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Karena itu, perlu diluruskan dengan mengunjungi dan melihatnya secara langsung.

Baca juga : Kunker Ke Papua Barat Daya, DPR Dorong Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan

"Kita pastikan mungkin video itu bukan dari Gag, bukan dari Piaynemo, mungkin dari tempat lain. Mereka ambil dari mana kita juga tidak tahu, tapi yang pasti bukan dari penambangan di Pulau Gag," tegas Elisa.

Elisa menambahkan, masyarakat sekitar tambang menunjukkan dukungan agar aktifitas pertambangan dapat dilanjutkan. Karena terbukti memberikan manfaat bagi mereka baik secara langsung maupun tidak.

"Ketika kami sampai di sana, masyarakat lokal, semua yang ada di situ, kecil, besar, perempuan, tua, muda, mereka menangis, minta Pak Menteri ini tidak boleh ditutup, ini harus dilanjutkan. Dan kalau kami Pemerintah harus mengikuti kemauan masyarakat, dan kita itu hadir untuk kesejahteraan masyarakat, kenapa kita harus membuat rakyat susah," ungkapnya.

Senada dengan Elisa Kambu, Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati juga menyampaikan, setelah mengunjungi secara langsung berbeda dengan yang ada di media sosial dan masyarakat setempat tidak menginginkan jika aktifitas pertambangan ditutup.

Baca juga : Hari Kedua, Bupati Kuningan Pimpin Pencarian Anak Hanyut, 300 Orang Dikerahkan

"Mereka tidak mau tutup tambang, karena itu untuk menopang kehidupan. Mereka menginginkan itu, kami berharap kebetulan ada Pak Menteri di sini untuk membuka tambang itu," ujar Abdul.

Namun demikian, Abdul meminta agar pengawasan ditingkatkan terutama terkait analisis dampak lingkungan supaya lebih bagus lagi ke depan.

"Mari sama-sama kita jaga Raja Ampat, kita kasih promosi yang baik jangan sampai Raja Ampat ini jadi negatif wisatawan jadi berkurang. Kita harus jaga kawasan wisata kita agar kedepan tidak dicemari," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menghentikan sementara kegiatan operasi PT GAG Nikel di Pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat. Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait dampak pertambangan terhadap kawasan wisata di Raja Ampat.

Baca juga : Lestari Moerdijat: Kolaborasi Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan, HAM Dan Demokrasi

PT GAG Nikel, pemegang Kontrak Karya Generasi VII No. B53/Pres/I/1998, resmi berdiri pada 19 Januari 1998 setelah ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia. Sejak tahun 2008, PT ANTAM Tbk. berhasil mengakuisisi seluruh saham APN Pty. Ltd., sehingga kendali penuh PT GAG Nikel saat ini berada di tangan PT ANTAM Tbk.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.