Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sunaryanta, Bupati Gunungkidul
Dukung Larangan Mudik Bagi Perantau
Rabu, 31 Maret 2021 07:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bupati Gunungkidul, Daerah Instimewa Yogyakarta (DIY), Sunaryanta, mendukung kebijakan pemerintah pusat yang melarang mudik Idul Fitri atau Lebaran untuk memutus mata rantai Covid-19.
Sebagai wujud kesungguhannya, dia mengaku, segera berkoordinasi dengan komunitas perantau. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul akan berkoordinasi dengan komunitas perantau seperti IKG (Ikatan Keluarga Gunungkidul), dan komunitas lain untuk mengajak anggotanya mematuhi larangan mudik. Apa lagi, warga kelahiran Gunungkidul di perantauan cukup banyak, diperkirakan mencapai puluhan ribu.
“Kalau pemerintah melarang, ya ikuti larangan itu. Kita jangan mengatur sendiri,” ujarnya, Selasa (30/3).
Baca juga : Kemenhub Siapkan Aturan Pengendalian Transportasi
Sunaryanta pun meminta masyarakat Gunungkidul di perantauan untuk bersabar karena saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir. Sementara pemerintah sedang mengupayakan agar penyebaran virus bisa terkendali.
Menurut pemenang Pilkada 2020 ini, para perantau harus bisa menjaga keluarganya di perantauan dan kampung halaman. Semua warga harus sehat dan terhindar dari Corona.
Dia juga yakin kebijakan larangan mudik dibuat pemerintah pusat dengan pertimbangan matang dan demi kebaikan masyarakat di masa pandemi Covid-19. “Bersabar saja (untuk tidak mudik). Yang penting sehat,” ujarnya.
Baca juga : Awas, Banyak Yang Nekat Pulkam Ngakali Petugas
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul Wahyu Nugroho mengatakan akan menunggu instruksi resmi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY soal larangan mudik Lebaran 2021.
Diakuinya, setiap tahun ada puluhan ribu warga pulang kampung ke Gunungkidul menjelang Lebaran. “Saat belum pandemi, ya bisa puluhan ribu warga mudik. Tapi kalau warga di perantauan, ya lebih banyak,” jelasnya.
Tahun lalu, saat awal pandemi, Dishub bersama Polres Gunungkidul mem buat sistem penyekatan. Posko-posko pun didirikan di jalur utama di perbatasan kabupaten. Jika ada kendaraan dari luar daerah, maka di arahkan putar balik. “Tahun ini kita masih menunggu instruksi,” jelasnya.
Baca juga : Soal Larangan Mudik, Bos Garuda Nunggu Aturan Detailnya
Seperti diketahui, pemerintah berupaya menghindari lonjakan kasus Covid-19 akibat mobilitas masyarakat pada masa libur Lebaran tahun ini. Hal itu jadi alasan pemerintah mengumumkan larangan mudik lebih awal.
“Kenapa mudik dilarang? Pengalaman tahun lalu karena larangan mudik Lebaran terlambat, yang mudik itu besar,” ujar Wapres, KH Ma’ruf Amin.
Menurutnya, pemerin tah memprediksi lonjakan kasus akan kembali terjadi bila mudik Lebaran diperbolehkan. Padahal, Indonesia tengah berupa ya mengendalikan kasus Covid-19. “Kita sekarang ini tidak boleh terlalu euforia bahwa (penularan Covid#19) ini sudah turun. Kalau tidak, bisa naik seperti di negara-negara lain. Khusus Lebaran ini potensinya besar sekali, jadi (mudik) itu dilarang,” tandasnya. [SSL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya