Dark/Light Mode

Menag Luncurkan Program PRIMA Magang PTKI, Siapkan Mahasiswa Tembus Dunia Kerja

Jumat, 20 Juni 2025 21:26 WIB
Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar saat peluncuran program PRIMA Magang PTKI di Auditorium Kemenag, Jakarta Pusat, Jumat (20/6/2025). Foto: Ist
Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar saat peluncuran program PRIMA Magang PTKI di Auditorium Kemenag, Jakarta Pusat, Jumat (20/6/2025). Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan program PRIMA Magang PTKI untuk memperkuat kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja. Peluncuran berlangsung di Auditorium Kemenag, Jakarta Pusat, Jumat (20/6/2025).

Program ini dirancang untuk mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), agar punya kompetensi, karakter, dan daya saing yang lebih kuat. Kemenag menyebut, ini bagian dari transformasi pendidikan tinggi menuju visi Indonesia Emas 2045.

Menteri Agama, Prof. Nasaruddin Umar, menyebut program ini relevan dengan delapan program prioritas Kemenag. Ia menilai, pendidikan tinggi tidak boleh lagi hanya jadi ruang akademik, tapi juga harus melahirkan SDM unggul yang siap kerja.

“Program ini sangat relevan karena tujuannya jelas, yakni membangun bangsa melalui peningkatan dan pemberdayaan sumber daya manusia,” ujar Prof. Nasar dalam sambutannya.

Menag juga menanggapi anggapan bahwa alumni PTKI sering dianggap kurang kompetitif. Menurutnya, itu bukan kelemahan, tapi ciri khas. Yang perlu dibenahi justru lingkungan dan sistemnya.

Baca juga : Perpusnas Luncurkan Sembilan Buku dengan Tema Kearifan Lokal

Ia menambahkan, para lulusan PTKI umumnya berasal dari pesantren. Karakter mereka dikenal luas dan dalam. Ia mengajak mereka menjaga sikap tawadhu’, tapi tetap percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki.

“Mereka berpikirnya bukan hanya mikrokosmos, tapi makrokosmos—bahkan beyond makrokosmos. Perhatian mereka mungkin kurang pada hal-hal sempit, tapi wawasannya sangat luas,” jelasnya,” tegasnya.

“Jangan sombong. Sebab dalam suatu riwayat disebutkan, orang sombong tidak akan mencium bau surga,” lanjut Menag mengingatkan.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Amien Suyitno, menjelaskan bahwa PRIMA Magang merupakan respons atas tingginya pengangguran lulusan perguruan tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren ini masih tinggi hingga 2023.

“Lulusan tidak hanya perlu ijazah, tetapi juga keterampilan praktis, pengalaman kerja, dan kesiapan mental,” kata Prof. Amien.

Baca juga : Ketum Bhayangkari Berikan Pembekalan Kepada Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri

Ia menyebut program ini dirancang sistematis melalui tiga tahap. Tahap pertama adalah bootcamp, berisi pelatihan dasar seperti etos kerja, literasi digital, hingga psikotes potensi. 

Selanjutnya, mahasiswa akan magang di perusahaan atau instansi selama 2 hingga 10 bulan. Di tahap akhir, mereka akan mendapat pembimbingan dari praktisi industri dan dosen.

“Program ini sistematis, progresif, dan terukur. Kita ingin mahasiswa betul-betul siap masuk dunia kerja,” tegasnya.

Direktur PTKI, Prof. Sahiron, menyebut PRIMA Magang juga memperkenalkan mahasiswa pada teknologi terbaru, termasuk kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, mahasiswa PTKI harus bisa menyeimbangkan urusan ukhrawi dan duniawi.

“Mahasiswa akan dibekali ilmu, skill tambahan, bahkan pengenalan teknologi seperti AI,” jelasnya.

Baca juga : Gandeng Perusahaan Prancis, Pertamina NRE Kembangkan Bahan Bakar Rendah Karbon

Program ini terbuka bagi seluruh mahasiswa PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) dan PTKIS (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta). Pendaftaran dilakukan lewat platform digital PRIMA Magang PTKIN yang bisa diakses lewat Google.

“Klik saja kolom mahasiswa, isi data, langsung daftar. Mudah, tinggal buka laptop,” kata Sahiron.

Hingga pertengahan Juni 2025, sudah ada lebih dari 70 mitra industri bergabung. Sebanyak 1.615 posisi magang tersedia di 328 kabupaten/kota dari 26 provinsi. Lebih dari 160 PTKI ikut ambil bagian. Jumlah mahasiswa yang sudah mendaftar juga terus bertambah, saat ini sudah lebih dari 350 orang.

Kemenag menargetkan 15.000 mahasiswa ikut program ini pada 2029. Target lain mencakup 300 mitra industri dan 600 perguruan tinggi keagamaan yang terlibat aktif.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.