Dark/Light Mode

Resmikan Rumah Sakit Mewah Di Bali, Prabowo Minta Jangan Hanya Untuk Orang Kaya

Rabu, 25 Juni 2025 20:48 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Bali International Hospital (BIH), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali, Rabu (25/6). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Bali International Hospital (BIH), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali, Rabu (25/6). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, layanan kesehatan kelas dunia di Bali International Hospital (BIH), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, harus bisa diakses oleh masyarakat kecil. Ia tak ingin fasilitas modern ini hanya dinikmati kalangan atas.

Prabowo mengungkapkan langsung hal itu saat meresmikan BIH, Rabu (25/6/2025). Dalam pidatonya, ia menyebut penguatan sistem asuransi kesehatan sebagai kunci utama agar semua lapisan masyarakat bisa merasakan layanan terbaik.

“Tidak dibatasi hanya untuk orang kalangan atas,” tegas Prabowo.

Baca juga : Prabowo: Ini Dicapai Hanya Dalam Beberapa Bulan Masa Jabatan Saya

Kepala Negara menekankan, kesehatan adalah hak semua orang. Pemerintah, kata Prabowo, harus hadir untuk menjembatani kebutuhan itu. Ia menekankan pentingnya intervensi negara agar layanan medis yang canggih juga bisa dirasakan oleh rakyat kecil.

“Orang yang kurang mampu dari segi ekonomi dapat juga akses pada pelayanan terbaik karena di sini juga ada alat-alat canggih,” tegasnya.

Prabowo juga mengingatkan jajaran pemerintahan untuk memberi pelayanan yang cepat dan efisien. Menurut dia, Indonesia tak bisa lagi memakai pola lama yang lamban dan boros. Ia mendorong reformasi manajemen di semua lini, terutama pelayanan publik.

Baca juga : Bertemu Di Rusia, Prabowo-Putin Saling Ucapkan Terima Kasih

“Kita tidak bisa pakai cara-cara yang lama, cara-cara yang tidak efisien, cara-cara yang boros, manajemen yang enggak bener,” ujar Prabowo.

“Setiap uang rakyat tidak boleh disalahgunakan,” lanjutnya.

Di saat yang sama, Prabowo juga menyoroti jumlah dokter dan tenaga medis di Indonesia yang masih belum mencukupi. Ia meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Pendidikan untuk menambah fakultas kedokteran dan pendidikan spesialis.

Baca juga : Berpihak Ke Rakyat, Program Bansos Era Prabowo Terbesar Sepanjang Sejarah

“Kita harus segera tambah fakultas kedokteran, kita harus tambah juga akademi perawatan, dan kita harus tambah pendidikan spesialis,” kata Prabowo.

Ia menegaskan bahwa semua proses itu harus dijalankan dengan cepat dan tepat. Ia meminta agar tak ada lagi hambatan dari aturan-aturan lama yang membuat proses jadi lambat dan tak relevan.

“Jangan terlalu terhimpit oleh prosedur-prosedur dan peraturan-peraturan kuno,” tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.