Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Atas pengaturan proses e-catalog di Dinas PUPR Pemprov Sumut tersebut terdapat pemberian uang dari KIR dan RAY untuk Rasuli melalui transfer rekening.
“Selain itu juga diduga terdapat penerimaan lainnya oleh TOP dari KIR dan RAY melalui perantara,” beber Asep.
Sementara HEL juga mendapatkan uang karena melakukan pengaturan proses e-catalog untuk pekerjaan di Satker Wilayah I BPPJN Sumut, sehingga PT DNG dan PT RN terpilih sebagai pelaksana pekerjaan.
“HEL karena jabatannya selaku Satker PJN Wilayah I Provinsi Sumatera Utara telah menerima sejumlah uang dari KIR dan RAY sebesar Rp 120 juta dalam kurun waktu Maret 2024 sampai Juni 2025,” beber Asep.
PTDNG dan PT RN telah mendapatkan pekerjaan di Provinsi Sumut sejak tahun 2023 sampai saat ini.
Baca juga : Perkuat Ekonomi Nasional, Serap 2 Juta Tenaga Kerja
Di antaranya, preservasi Jalan Sp. Kota Pinang–Gunung Tua–SP. Pal XI tahun 2023 dengan nilai proyek sebesar Rp 56,5 miliar.
Kemudian, preservasi Jalan Sp. Kota Pinang–Gunung Tua–Sp. Pal XI tahun 2024 dengan nilai proyek sebesar Rp 17,5 miliar.
Lalu, rehabilitasi Jalan Sp. Kota Pinang–Gunung Tua–Sp. Pal XI dan Penanganan Longsoran tahun 2025. Serta, preservasi Jalan Sp. Kota Pinang-Gunung Tua Sp. Pal XI tahun 2025.
Asep menegaskan, kegiatan tangkap tangan ini merupakan pintu masuk untuk mengungkapkan praktik-praktik rasuah lain di Sumut.
“KPK masih akan terus menelusuri dan mendalami terkait proyek atau pengadaan barang dan jasalainnya,” tandas Asep.
Baca juga : Commuter Line Basoetta Percepat Waktu Tempuh
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengaku tertampar dengan kejadian OTT KPK di Sumut dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Sumut.
“Pertama-tama, saya harus mengucapkan innalillahi wa innailaihi rojiun. Bagi saya yang utama ini adalah tamparan besar karena saya sudah bicara berbuih-buih, pentingnya integritas, pentingnya menghadirkan Tuhan di hati, tapi ya masih saja begini,” keluhnya dalam konferensi pers, di kantornya, Jakarta Selatan, Sabtu malam.
Karenanya, dia bakal mengevaluasi pejabat eselon 1 hingga PPK di kementerian yang dipimpinnya tersebut. “Agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa depan,” jelasnya.
Meski begitu, pihaknya tetap menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah terhadap pejabatnya yang jadi tersangka. Kementerian PU pun menyerahkan seluruh proses hukumnya kepada para aparat penegak hukum.
“Saya juga ingin berterima kasih kepada jajaran dan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, juga kepada Pak Jaksa Agung, dan seluruh jajarannya. Mereka banyak membantu saya, terutama membantu Kementerian PU untuk menjaga integritas kita,” ujarnya.
Baca juga : Pram Diharapkan Lebih Sering Turun Ke Bawah
Bantuan dari KPK dan Kejagung ini agar Kementerian PU benar-benar mampu menerjemahkan dengan baik dan benar pesan Presiden Prabowo.
“Pesan kepada kita semua di hari-hari pertama saya menjabat di Kementerian ini,” urainya. [YUD]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya