Dark/Light Mode

Dampak Positif RI Gabung BRICS Di Era Prabowo: Diversifikasi Mitra Dagang

Selasa, 8 Juli 2025 14:59 WIB
Presiden Prabowo saat hadir pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 pada 6–7 Juli 2025 di Rio de Janeiro, Brasil. (Foto : Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo saat hadir pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 pada 6–7 Juli 2025 di Rio de Janeiro, Brasil. (Foto : Biro Pers Sekretariat Presiden)

RM.id  Rakyat Merdeka - Keputusan Presiden Prabowo Subianto membawa Indonesia bergabung BRICS berdampak positif dalam membuka peluang strategis investasi hingga ke ranah diversifikasi mitra dagang.

“Peluang dan manfaatnya terbuka akses  pendanaan alternatif, investasi, peluang kerja sama teknologi, hingga diversifikasi mitra dagang,” jelas Didik J Rachini Rektor Universitas Paramadina, dalam keterangannya, Selasa (8/7).

Menurut Didik, kehadiran Prabowo dalam pertemuan BRICS juga memberi makna tersendiri yakni meningkatnya hubungan diplomatis Indonesia.

Baca juga : Usai Ikuti KTT BRICS, Prabowo Bertemu Presiden Lula di Brasilia

“Kehadiran Presiden Prabowo dalam pertemuan BRICS akan memberi makna strategis bagi kebangkitan diplomasi Indonesia,” lanjutnya

Menurut Didik, Indonesia di tangan kepemimpinan era Prabowo juga bisa berperan penting sebagai penyeimbang secara global dalam perseteruan antara Blok Barat dan Timur.

“Yang paling penting, Indonesia bisa memainkan peran sebagai kekuatan penyeimbang global di tengah pertarungan blok Barat dan Timur,” imbuhnya.

Baca juga : Sebarkan Semangat KAA Bandung di KTT BRICS, Prabowo Seperti Soekarno

Presiden Prabowo sebelumnya menyelesaikan rangkaian kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 yang digelar selama dua hari pada 6–7 Juli 2025 di Rio de Janeiro, Brasil.

Kehadiran Prabowo dalam forum ini menandai partisipasi resmi Indonesia untuk pertama kalinya sebagai anggota penuh BRICS.

BRICS adalah forum kerja sama internasional yang awalnya didirikan oleh Brasil, Rusia, India, dan RRT pada tahun 2009. Dalam perkembangannya, Afrika Selatan bergabung pada tahun 2010, disusul dengan Ethiopia, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi pada tahun 2024.

Baca juga : Resmikan Rumah Sakit Mewah Di Bali, Prabowo Minta Jangan Hanya Untuk Orang Kaya

Sejak bergabung dengan BRICS pada 2025, Indonesia telah berpartisipasi aktif dalam sedikitnya 165 pertemuan BRICS di bawah Keketuaan Brasil, termasuk di antaranya 20 Pertemuan Tingkat Menteri

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.