Dark/Light Mode

Prabowo Temui Ursula, Uni Eropa Mudahkan WNI Dapat Visa Schengen Multi-Entry

Minggu, 13 Juli 2025 21:59 WIB
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen saat konferensi pers usai menggelar pertemuan di Gedung Berlaymont, Brussels, Belgia, pada Minggu (13/7). Foto: Setpres
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen saat konferensi pers usai menggelar pertemuan di Gedung Berlaymont, Brussels, Belgia, pada Minggu (13/7). Foto: Setpres

RM.id  Rakyat Merdeka - Hubungan Indonesia dan Uni Eropa (UE) makin mesra. Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen baru saja menggelar pertemuan bilateral di Gedung Berlaymont, Brussels, Belgia, pada Minggu (13/7/2025). 

Salah satu hasil dari pertemuan ini adalah kemudahan visa Schengen untuk warga negara Indonesia (WNI). Kebijakan baru ini memungkinkan WNI yang sudah pernah berkunjung ke kawasan Schengen untuk mendapatkan visa multi-entry pada kunjungan kedua mereka. 

Untuk diketahui, Visa Schengen adalah izin masuk yang memungkinkan warga negara non-Uni Eropa untuk melakukan perjalanan singkat ke negara-negara di wilayah Schengen, yang terdiri dari 27 negara Eropa. 

Visa ini memungkinkan pemegangnya untuk mengunjungi dan tinggal di negara-negara tersebut selama jangka waktu tertentu, biasanya hingga 90 hari dalam periode 180 hari. 

Baca juga : Prabowo Bertemu Dengan Bill Gates, Ini Yang Akan Dibahas

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menjelaskan, keputusan ini merupakan bagian dari komitmen UE untuk memperkuat konektivitas masyarakat Indonesia dengan negara-negara di Eropa .

“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Komisi Eropa telah mengadopsi keputusan visa cascade. Mulai sekarang, warga negara Indonesia yang mengunjungi Uni Eropa untuk kedua kalinya akan memenuhi syarat untuk mendapatkan visa Schengen multi-entry,” ujar Ursula dalam konferensi pers bersama Presiden Prabowo.

Menurut Ursula, kebijakan ini bukan sekadar soal mempermudah perjalanan, melainkan juga tentang membangun jembatan yang lebih kuat antara masyarakat Indonesia dan Eropa. 

“Ini bukan hanya soal mempermudah kunjungan, tetapi tentang membangun jembatan yang lebih kokoh antara masyarakat kita,” lanjutnya.

Baca juga : Prabowo: Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis 99,99 Persen

Langkah ini diharapkan mendorong interaksi di bidang pendidikan, investasi, dan pertukaran sosial. Dengan visa multi-entry, WNI dapat lebih leluasa bepergian ke 27 negara anggota Schengen tanpa perlu mengajukan visa baru setiap kali berkunjung, selama masa berlaku visa.

Presiden Prabowo menyambut hangat terobosan ini. Dalam pandangannya, kebijakan ini mencerminkan kepercayaan dan solidaritas yang semakin erat antara Indonesia dan UE. 

“Kami memandang Eropa tetap memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas global dan memimpin di berbagai aspek kehidupan modern. Kami ingin melihat Eropa yang kuat dan menjadi mitra utama Indonesia,” kata Prabowo.

Selain soal visa, Prabowo juga menyinggung Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) yang tengah dirampungkan. Ia optimistis perjanjian ini akan segera ditandatangani, membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas. 

Baca juga : Fraksi PKS Minta Uni Eropa Gunakan Powernya Dukung Palestina Merdeka

“Saya sangat berharap, ketika kita mulai melaksanakan kesepakatan ini, kita dapat menandatangani perjanjian implementasinya di sini, di Brussels, sekali lagi. Itu akan memberi saya kesempatan untuk kembali mengunjungi Brussels!” tutur Prabowo.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.