Dark/Light Mode

Minta Maaf Pesta Nikahannya Tewaskan 3 Orang

Anak Kang Dedi Nangis Sesegukan

Senin, 21 Juli 2025 08:06 WIB
Maulana Akbar Dan Putri Karlina. (Foto: Instagram Maulan Akbar)
Maulana Akbar Dan Putri Karlina. (Foto: Instagram Maulan Akbar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Maulana Akbar, Putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, muncul ke publik usai insiden maut dalam pesta pernikahannya yang menewaskan tiga orang. Dengan suara lirih, Maulana nangis sesegukan sambil meminta maaf. 

Suasana haru menyelimuti halaman rumah dinas Wakil Bupati (Wabup) Garut. Di tengah sorotan kamera dan kerumunan jurnalis, Maulana muncul bersama sang istri, Putri Karlina, yang juga menjabat Wabup Garut. Wajah keduanya muram saat bicara untuk pertama kali sejak insiden tragis dalam pesta syukuran pernikahan mereka pada Jumat (18/7/2025).

"Saya beserta istri mengucapkan belasungkawa untuk keluarga yang ditinggalkan. Untuk ayah yang meninggalkan anak-anaknya, untuk anak yang meninggalkan orang tuanya, untuk ibu yang meninggalkan anak beserta suaminya," ucap Maulana di depan rumah Dinas Wabup Garut, Sabtu (19/7/2025).

Dalam balutan kemeja putih, Maulana terus menunduk lesu dan tak kuasa menahan kesedihan saat mengetahui hari pernikahan yang harusnya menjadi momen membahagiakan dalam hidupnya, berubah jadi tragedi. "Berat rasanya memang. Saya mohon kepada semuanya, tidak ada maksud dari kami untuk melukai hati para keluarga korban," katanya, sesegukan.

Maulana menjelaskan, sejak awal tidak ada rencana menggelar makan gratis dalam rangkaian acara pernikahan. Menurutnya, ide membagikan makanan muncul mendadak karena masih ada makanan sisa resepsi yang belum sempat disajikan.

"Niat kami baik. Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat Garut dan luar Garut yang datang memberi ucapan selamat, tapi takdir berkata lain," ujar Maulana yang biasa disapa Maula.

Baca juga : 3 Nyawa Melayang Di Pesta Pernikahan Anaknya, Kang Dedi Disorot Netizen

Usai peristiwa tragis itu, dia dan istrinya mengaku sudah mendatangi langsung rumah para korban. Mereka menyampaikan belasungkawa dan berharap musibah ini jadi pelajaran semua pihak dalam menggelar acara besar di ruang publik.

"Alhamdulillah, pihak keluarga sudah ikhlas. Memang ini musibah," tuturnya.

Maula juga menegaskan siap menjalani proses hukum yang sedang berjalan. Dia siap diperiksa pihak kepolisian. "Sudah dilakukan proses pemeriksaan oleh Polres Garut, disaksikan langsung Polda Jawa Barat," katanya.

Dalam kesempatan ini, Putri Karlina menambahkan, tidak pernah ada agenda resmi berupa makan gratis. Menurutnya, hanya ada satu acara hiburan untuk warga pada malam hari yang diberi nama Balakecrakan. Dia pun heran kenapa informasi yang beredar bisa berbeda.

"Makanya, saya tidak pernah mengumumkan ada acara makan gratis. Makanan memang dibagikan, tapi tidak diumumkan. Biar warga yang datang langsung mengambil," ujarnya.

Dia juga memastikan seharusnya tidak ada penutupan akses menuju lokasi acara. Namun, terjadi kesalahpahaman dengan pihak penyelenggara. 

Baca juga : Investor Day 2025, Pertamina Paparkan Strategi Dan Aksi Nyata ESG

"Ada miskomunikasi, kesalahan pada sistem. Mengenai siapa yang harus bertanggung jawab dalam kejadian ini, silakan pihak kepolisian yang nanti berbicara," tandas putri Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto tersebut.

Tragedi memilukan ini terjadi Jumat siang (18/7/2025), dua hari setelah Maulana Akbar dan Putri Karlina resmi menikah. Sebagai wujud rasa syukur, keluarga besar Dedi Mulyadi bersama Pemkab Garut menggelar pesta rakyat di kawasan Alun-Alun dan Pendopo Garut.

Dalam undangan tidak tertulis adanya pembagian makanan gratis. Namun, beredar informasi bahwa ribuan porsi makanan bisa dinikmati gratis oleh warga. Info ini menyebar lewat media sosial dan dari mulut ke mulut.

Selepas Salat Jumat, ribuan warga mulai memadati area pendopo dari berbagai arah. Sekitar pukul 13.00 WIB, pintu barat pendopo dibuka. Ribuan orang yang telah menunggu sejak pagi sontak menyerbu masuk. Suasana jadi tak terkendali. Lautan manusia memicu desak-desakan, dan sebagian terinjak-injak. Hingga membuat tiga orang meregang nyawa.

Berdasarkan data RSUD dr Slamet Garut, korban tewas terdiri atas VA (8 tahun), DJ (61 tahun), dan Bripka CSB (39 tahun), anggota Polres Garut yang tengah berjaga.

Dedi Mulyadi pun akhirnya buka suara. Dia menyampaikan duka mendalam dan permintaan maaf kepada keluarga korban. "Semoga almarhum dan almarhumah diterima iman Islamnya, diampuni segala dosanya, ditempatkan di tempat yang mulia di sisi Allah," ucapnya lirih.

Baca juga : Minta Maaf Di DPR, Menteri Ara Batalkan Ukuran Rumah Subsidi 18 Meter

Dedi mengaku tak tahu-menahu soal adanya pembagian makanan gratis. Yang dia tahu hanya ada acara seni pada malam hari. "Tahunya malam itu ada kegiatan saya bertemu warga dalam bentuk pentas seni. Saya tidak tahu bahwa ada syukuran makan bersama warga," akunya.

Namun, Dedi menyatakan siap bertanggung jawab. Dia pun telah memerintahkan stafnya untuk menemui keluarga korban dan menyerahkan santunan duka senilai Rp 150 juta per keluarga. Selain itu, dia berjanji akan menanggung pendidikan anak-anak korban hingga perguruan tinggi. 

"Saya akan menanggung kehidupan keluarga korban. Saya juga akan terbuka jika diperlukan keterangan oleh pihak kepolisian," tegasnya.

Meski musibah ini terjadi dalam acara anaknya, Dedi menegaskan bahwa semua orang sama di hadapan hukum. "Saya harus bertanggung jawab. Apa yang dilakukan anak dan menantu saya adalah tanggung jawab saya," pungkasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.