Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
3 Nyawa Melayang Di Pesta Pernikahan Anaknya, Kang Dedi Disorot Netizen
Minggu, 20 Juli 2025 08:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pesta rakyat pernikahan anak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berakhir tragis. Tiga nyawa melayang dan puluhan lainnya luka-luka. Meskipun sudah meminta maaf, Kang Dedi tetap disorot netizen.
Anak Kang Dedi, Maulana Akbar Putra resmi menikahi Putri Karlina yang berstatus Wakil Bupati Garut dan juga putri dari Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto, Rabu (16/7/2025). Mereka menggelar hajatan dengan konsep pesta rakyat, Jumat (18/7/2025).
Hajatan digelar di Pendopo Garut dan Alun-Alun Babancong, Lapangan Otto Iskandar Dinata, Garut, Jawa Barat. Ribuan warga tumpah ruah menghadiri pesta.
Selepas Salat Jumat, euforia berubah jadi bencana ketika warga yang sudah sejak pagi antre, berebut masuk pendopo. Pemicunya, rebutan makanan gratis.
Pintu barat pendopo baru dibuka, warga langsung berdesakan. Petugas kewalahan. Dalam hitungan menit, situasi berubah jadi horor. Seorang bocah perempuan, VA (8), terinjak dan kehabisan napas. Seorang nenek, DJ (61), ikut jadi korban. Bahkan seorang anggota Polres Garut, Bripka CSB (39), juga ikut gugur.
Ketiganya meninggal diduga kehabisan oksigen. Jasad CSB dievakuasi ke RS Guntur. Jasad DJ dan BA dibawa ke RSUD dr. Slamet Garut. Sedangkan 26 warga lainnya mengalami luka-luka akibat insiden naas ini.
Baca juga : Kaesang Kembali Terpilih Jadi Ketum, Jokowi Full Dukung PSI
“Kami terima laporan dari Dinas Kesehatan, ada 26 orang yang menjadi korban luka dan 3 wafat,” ujar Bupati Garut Syakur Amin.
Syakur menyatakan duka mendalam. Ia mengaku tak menyangka antusias warga begitu besar. Pemkab akan memberikan santunan kepada keluarga korban.
“Kita akan evaluasi total. Jangan sampai terulang,” kata Syakur.
Polisi langsung turun tangan. Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto menegaskan, pihaknya sedang menyelidiki dugaan kelalaian dalam tragedi ini.
Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan juga angkat bicara. “Kami akan kumpulkan data, telusuri siapa yang paling bertanggung jawab. Apakah ini akibat kelalaian, atau memang tak terkendali,” ujar Rudi. Ia juga memastikan anggota Polri yang gugur akan mendapat kenaikan pangkat luar biasa.
Diketahui, pengamanan hajatan ini melibatkan 404 personel gabungan. Namun, jumlah itu tak sanggup meredam lautan manusia yang sudah memadati lokasi sejak pagi.
Baca juga : Wisata Kuliner Halal, Cicipi Sushi Sistem AI
Di tengah duka, Kang Dedi muncul menyampaikan permintaan maaf. Ia mengaku tak tahu ada acara makan gratis siang itu.
“Saya tahu cuma ada pentas seni malam harinya. Kalau soal makan gratis, saya tidak tahu,” ucap Dedi, mencoba menjelaskan.
Namun, ia tak lepas tangan. Ia berjanji memberikan santunan Rp 150 juta per keluarga korban. Juga siap menanggung biaya pendidikan anak-anak korban hingga ke jenjang kuliah.
“Saya bertanggung jawab. Apa yang dilakukan anak dan menantu saya, adalah tanggung jawab saya juga,” tegasnya.
Kang Dedi juga menyatakan siap diperiksa polisi. “Mau saya, mau anak saya, semua sama di depan hukum,” ucapnya mantap.
Pernyataan Kang Dedi dibenarkan perwakilan event organizer (EO), Rizal. Ia mengaku sejak awal Dedi melarang konsep makan gratis karena khawatir rebutan.
Baca juga : Immanuel Ebenezer: MK Harus Jelaskan Bahwa Gugatan Gugur
“Pak Gubernur sudah wanti-wanti. Tapi warga datang lebih awal dari jadwal, akhirnya tak terbendung,” kata Rizal. Ia pun minta maaf kepada seluruh warga Garut.
Namun, netizen tak tinggal diam. Di platform X, nama Kang Dedi langsung trending. Banyak yang menyayangkan insiden ini. Ada juga yang menyentil kebiasaan Dedi tampil ‘pencitraan’ di media sosial.
“Biasanya semua acara diunggah, yang ini bakal diupload juga nggak?” sindir akun @Selipkenyot. “Nyawa sudah hilang. Jangan lempar tangan. Harus ada yang tanggung jawab,” timpal @Amandasah__.
Netizen lain bahkan membandingkan dengan negara lain. “Kalau di luar negeri, pejabat kayak gini udah mundur. Ini malah klarifikasi,” kritik @kotomoho pedas.
Permintaan agar peristiwa ini diusut tuntas juga menggema. Akun @wahyukuncarah menuntut keadilan. “Polri harus presisi! Jangan takut, jangan tebang pilih!”. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya