Dark/Light Mode

Gandeng Kedubes AS, Kemenag Buka Beasiswa Kursus Bahasa Inggris Ke 300 Guru MI

Jumat, 25 Juli 2025 19:59 WIB
Ilustrasi. Foto: Kemenag
Ilustrasi. Foto: Kemenag

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Agama (Kemenag) lewat Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah membuka peluang bagi para guru madrasah ibtidaiyah (MI) di seluruh Indonesia untuk mendapatkan beasiswa kursus Bahasa Inggris yang digelar secara daring. Sebanyak 300 guru MI terpilih bakal dibekali pelatihan intensif demi meningkatkan kompetensi profesional mereka dalam mengajar bahasa asing.

Program ini nggak main-main. Kemenag menggandeng Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta melalui Regional English Language Office (RELO), serta asosiasi pengajar Bahasa Inggris internasional, TESOL, sebagai mitra utama.

Direktur GTK Madrasah, Thobib Al Asyhar, menyebut program ini sebagai langkah konkret untuk menjawab tantangan pengajaran Bahasa Inggris di tingkat dasar.

Baca juga : Grand Opening Cafe Kartika Bakery: Persembahan Cinta Para Istri Prajurit TNI

“Ini adalah bentuk ikhtiar serius kami untuk mempersiapkan guru MI agar mampu mengajar Bahasa Inggris dengan pendekatan yang tepat, menyenangkan, dan berbasis kebutuhan anak,” ujarnya di laman resmi Kemenag, Jumat (25/7/2025).

Thobib menekankan pentingnya penguasaan metodologi dan alat asesmen yang tepat bagi para guru. Menurutnya, hal itu bakal jadi kunci agar proses belajar Bahasa Inggris di madrasah nggak cuma seru tapi juga efektif.

“Dengan penguasaan metodologi dan alat asesmen yang baik, guru akan lebih percaya diri dan terampil dalam mentransfer keterampilan bahasa kepada siswa,” sambungnya.

Baca juga : Siapkan Tiga Strategi, Kemenkes Fokus Beresin Kasus Malaria Di Papua

Kursus ini terbuka untuk seluruh guru MI di Indonesia. Meski begitu, kuotanya terbatas hanya untuk 300 peserta terpilih. Pendaftaran dibuka dari 24 sampai 31 Juli 2025 lewat laman https://s.id/KursusguruMI.

Peserta yang lolos seleksi akan mendapat pelatihan menyeluruh—mulai dari cara memetakan kebutuhan Bahasa Inggris anak, hingga pengajaran empat keterampilan dasar: listening, speaking, reading, dan writing. Tak cuma itu, mereka juga akan dibekali pemahaman soal kosa kata, tata bahasa, serta pendekatan dan asesmen yang relevan dengan usia anak.

Thobib bilang, kerja sama dengan RELO dan TESOL jadi bukti nyata bahwa penguatan kualitas guru madrasah harus dilakukan bareng-bareng, tidak bisa sendirian.

Baca juga : Gandeng DJKN, BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakkarta Bantu Urus Piutang

“Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa penguatan kualitas guru madrasah tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi perlu dukungan jejaring global. Dengan melibatkan RELO-TESOL, kita ingin memastikan standar pelatihan yang terbaik untuk guru MI,” tegasnya.

Dengan pelatihan ini, Direktorat GTK Madrasah berharap lahir ekosistem pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih kuat di madrasah ibtidaiyah. Harapannya, anak-anak madrasah sejak dini sudah akrab dengan Bahasa Inggris dan siap hadapi dunia global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.