Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Siapkan Tiga Strategi, Kemenkes Fokus Beresin Kasus Malaria Di Papua
Kamis, 19 Juni 2025 07:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menargetkan wilayah Papua bebas dari penyakit Malaria pada 2030. Lima tahun ke depan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan fokus pada penangan Malaria di Papua. Sebab, 93 persen beban Malaria nasional terkonsentrasi di wilayah paling timur Indonesia itu.
“Kita harus bisa menyelesaikan malaria di Papua. Kalau Papua bisa, seluruh Indonesia pasti bisa,” ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya dikutip, Rabu (18/6/2025).
Menurutnya, Pemerintah telah menyiapkan tiga strategi besar untuk mengeleminasi Malaria di Papua. Pertama, pencegahan berbasis lingkungan, yakni pemberantasan sarang nyamuk. Kedua, perlindungan masyarakat melalui distribusi kelambu berinsektisida.
“Dengan bantuan Global Fund, kami telah mendistribusikan 3,3 juta kelambu kepada masyarakat. Ini langkah preventif yang penting,” imbuhnya.
Ketiga, lanjut Budi, inovasi pengobatan massal melalui Mass Drug Administration (MDA). Program ini dilakukan dengan memberikan obat pencegahan malaria secara serentak di wilayah tertentu.
Baca juga : Buntut Urusan Pokir, Bupati Dan Anggota DPRD Sidoarjo Tidak Harmonis
“Hasil uji coba di dua kota menunjukkan, penurunan insiden malaria hingga 50 persen. Namun, program ini masih dalam tahap evaluasi, karena membutuhkan biaya besar. Kami sedang menilai efisiensi dan keberlanjutan pelaksanaannya,” jelas dia.
Dari sisi pengobatan, tambah Budi, Pemerintah akan memperluas akses, serta mempercepat proses deteksi dan penanganan kasus malaria. Dia memastikan layanan kuratif akan ditingkatkan, terutama di wilayah-wilayah yang aksesnya sulit dijangkau.
Komitmen pemberantasan Malaria juga datang dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyatakan, pihaknya akan mendampingi Pemerintah Daerah (Pemda) agar mengalokasikan anggaran khusus untuk program ini.
“Enam provinsi di wilayah Papua sudah memasukkan anggaran eliminasi Malaria ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) mereka,” ujarnya.
Baca juga : Jatuhkan Vonis 16 Tahun Ke Zarof Ricar, Air Mata Hakim Menetes
Ribka menegaskan, program eleminiasi Malaria, khususnya di Papua, sejalan dengan kebijakan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Kami ingin memastikan, masyarakat Indonesia termasuk di Papua, memiliki kualitas hidup yang sehat dan cerdas,” cetusnya.
Diketahui, Malaria merupakan salah satu dari empat penyakit menular utama, yang ditularkan nyamuk, bersama demam berdarah, Japanese encephalitis, dan chikungunya.
Meski angka kematian akibat malaria di Indonesia relatif kecil, sekitar 130 kasus per tahun, penyakit ini masih menjadi penyebab kematian tertinggi dibanding ketiga penyakit lainnya.
Publik di media sosial X menanggapi soal itu. Banyak yang mempertanyakan kesiapan infrastruktur dan konsistensi Pemerintah dalam menjalankan program pemberantasan Malaria di lapangan.
Baca juga : Tak Lama Lagi, Sampah Bakal Jadi Harta Karun
“Targetnya bagus. Tapi, jangan cuma jadi janji lima tahunan,” cuit akun @yeeekytissl.
“Lima tahun ke depan harus menjadi bukti, sekaligus tolok ukur keseriusan Indonesia dalam mencapai target kesehatan nasional,” timpal akun @ucingbiluolen.
“Jangan hanya Malaria saja. Masalah DBD juga harus dijadikan fokus. Soalnya, setiap terjadi peralihan musim, kasus DBD pasti meledak,” pinta akun @dzaamalcortex_.
“Komunikasi yang baik sangat penting dalam upaya pemberantasan Malaria. Kita semua tahu, Papua wilayah konflik,” usul akun @therwidee. [SSL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya