Dark/Light Mode

Jadi Ketua Badan Penasehat DNIKS

Hashim Djojohadikusumo: Rakyat Indonesia Wajib Sejahtera

Minggu, 27 Juli 2025 16:47 WIB
Ketua Badan Penasehat Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) Hashim Djojohadikusumo saat menghadiri HUT 58 DNIKS, di Gedung Kemensos, Jakarta, Minggu (27/7/2025). Turut hadir Ketua DNIKS Effendy Choirie, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, Menteri P2MI Abdul Kadir Karding, dan sejumlah pejabat negara lainnya. Foto: Istimewa
Ketua Badan Penasehat Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) Hashim Djojohadikusumo saat menghadiri HUT 58 DNIKS, di Gedung Kemensos, Jakarta, Minggu (27/7/2025). Turut hadir Ketua DNIKS Effendy Choirie, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, Menteri P2MI Abdul Kadir Karding, dan sejumlah pejabat negara lainnya. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Badan Penasehat Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) Hashim Djojohadikusumo membagikan kisah yang menyentuh hati tentang seorang anak bernama Nayla dari keluarga miskin yang tak bisa bersekolah.

Kisah ini diungkap dari pertemuan pribadi antara Prabowo Subianto dengan dirinya, dimana seorang ibu yang memiliki pendapatan Rp 600.000 per bulan harus memberi makan 3 anak.

"Prabowo bilang Shim, kalau bukan kita yang menolong siapa lagi. Maka itu jadi inspirasi lahirnya program Sekolah Rakyat (SR) yang kini ditangani Mensos Gus Ipul," katanya saat memberi sambutan pada HUT 58 DNIKS dengan motto "Sejahtera untuk Semua" di Gedung Aneka Bhakti, Kemensos, Jakarta, Minggu (27/7/2025).

Hadir pula dalam HUT 58 DNIKS tersebut, Wakil Ketua Badan Penasehat DNIKS sekaligus Menteri Sosial H. Saifullah Yusuf, bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priono, Ketua Umum DNIKS A Effendy Choirie, Sekretaris Jenderal DNIKS Sudarto, Ketua Badan Penasehat DNIKS Hashim Sudjono Djojohadikusumo, Ketua Badan Pengarah DNIKS Franciscus Welirang, Ketua Badan Pakar DNIKS yang sekaligus Menteri P2MI Abdul Kadir Karding, dan Ketua Baznas; Prof. Dr Noor Ahmad.

"Program Sekolah Rakyat itu bentuk tanggung jawab moral Prabowo terhadap rakyat kecil, lewat pendidikan bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat," ujar Hashim lagi.

Lebih lanjut, Hashim menyinggung soal misi DNIKS yang bertujuan mulia, yakni membantu pemerintah mempercepat pengentasan kemiskinan.

Baca juga : Jawab Kebutuhan Pecinta Olahraga Lari Indonesia, AZA Luncurkan Sepatu Run 1

"Saya dan istri, sudah lama berkecimpung dalam kegiatan sosial masyarakat, terutama membantu pendidikan, sosial, dan budaya. Jadi saya tegas bersedia menjadi Ketua Badan Penasehat DNIKS," tegasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia HUT 58 DNIKS Dian Novita Susanto memberi apresiasi kepada para pejuang kesejahteraan sosial (Kesos). Hal ini penting karena mereka telah mendedikasikan dan mendharmabaktikan hidupnya untuk meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan bantuan atau dukungan.

"Pejuang kesejahteraan sosial merupakan mitra penting Pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat," paparnya.

"Tanpa peran aktif mereka, program kesejahteraan sosial akan sulit berjalan efektif. Semangat pengabdian dan dedikasi mereka sangat berarti dalam membangun masyarakat yang lebih baik," ujar Dian lagi.

Lebih jauh, Dian menambahkan, DNIKS menganugerahkan penghargaan kepada para pendiri dan deklarator DNIKS serta para mantan Ketua Umum DNIKS dari masa ke masa.

"Kita mencari kontak keluarga, jejak sejarah, sampai menghadirkan keluarga yang mewakili. Tak hanya itu, HUT DNIKS juga dimeriahkan lomba catur bagi para master non master dan aktivis," tuturnya.

Baca juga : Menag: Jemaah Haji Indonesia Dipuji Banyak Negara

Sementara itu, Ketua umum DNIKS A Effendy Choirie menantang tokoh masyarakat, keagamaan, dan kaum cendikiawan untuk menjadi penggerak kesejahteraan sosial.

Hal ini sangat penting, karena para relawan ini bekerja secara sukarela untuk mendampingi masyarakat, terutama warga miskin, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.

"Saya mengajak semua pihak bersatu padu dan bergerak dengan ikhlas, untuk membantu mengentaskan kemiskinan," terangnya.

Gus Choi, sapaan akrabnya mengaku diberi amanah oleh Mensos Gus Ipul memimpin DNIKS, karena itu DNIKS menjadi alat perjuangan untuk menyukseskan program Kementerian Sosial dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan sosial.

Lebih jauh, Gus Choi mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang sangat concern terhadap pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat.

"Salah satu cara memberantas kemiskinan melalui pendidikan, karena itu kita mendukung keberadaan Sekolah Rakyat (SR) yang dikomandoi Mensos, begitu juga dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)," tuturnya.

Baca juga : Yakult Indonesia Hadirkan Varian Rasa Mangga

Sedangkan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, dalam pidatonya saat acara HUT 58, DNIKS menegaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) berkomitmen teguh, sebagaimana kutipan Presiden Prabowo saat dilantik pada Oktober 2024 lalu.

"Kita semua harus merenungkan apa yang pernah disampaikan Presiden Prabowo saat beliau dilantik pada tahun 2024 lalu," ujarnya dalam pidato sambutannya di Gedung Aneka Bakti, Kemensos.

Sedangkan Mensos Gus Ipul mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto.

"Terlalu banyak saudara-saudara kita yang berada di garis kemiskinan. Terlalu banyak anak-anak kita yang berangkat sekolah tidak makan pagi. Terlalu banyak anak-anak kita yang tidak punya pakaian untuk bekas sekolah. Tidak boleh aliran-aliran bantuan itu tidak sampai kepada mereka yang membutuhkan," ujar Gus Ipul.

"Negara harus menjamin melindungi mereka yang paling lemah untuk mencapai kesejahteraan sejati dan kemakmuran yang sebenar-benarnya," tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.