Dark/Light Mode

Jadi Perusahaan Terintegrasi Hulu Hilir

Freeport Dukung Indonesia Jadi Pemain Utama Tembaga

Selasa, 11 Februari 2025 08:01 WIB
Smelter kedua PT Freeport Indonesia di Gresik, Jawa Timur. (Foto: dok. PTFI)
Smelter kedua PT Freeport Indonesia di Gresik, Jawa Timur. (Foto: dok. PTFI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Freeport Indonesia (PTFI) yang 51,2 persen sahamnya telah dimiliki pemerintah sejak 2018,  merupakan industri tambang tembaga terintegrasi hulu hilir. PTFI mendorong Indonesia menjadi salah satu pemain utama mineral tembaga di dunia.

Hasil analisis lembaga dunia seperti Wood MacKenzie menyebutkan, tembaga merupakan masa depan produk tambang mineral dunia. Kebutuhan tembaga dunia untuk keperluan pengantar listrik, mencapai 65 persen.

 

Katoda tembaga, hasil hilirisasi konsentrat tembaga yang merupakan masa depan produk tambang mineral dunia. (Foto: dok. PTFI)

Baca juga : Seniman Kaligrafi Tiongkok-Indonesia Gelar Pameran Di Tangerang


Wood MacKenzie juga mengungkap, sejak 2014, permintaan tembaga sudah jauh lebih tinggi dibanding dengan suplai dunia.

Permintaan tembaga diprediksi melampaui pasokan yang ada pada 2026 dan seterusnya, sehingga harganya akan melonjak. Apalagi, energi baru terbarukan dan kendaraan listrik kini menjadi tren global yang terus digencarkan.

Kebutuhan tembaga untuk kendaraan listrik empat kali lipat lebih besar dibanding kendaraan berbahan bakar fosil. Sembilan unsur komposisi baterai kendaraan listrik, salah satunya adalah tembaga. Kebutuhannya mencapai 10,8 persen per baterai.

Baca juga : Lewat Layanan Terintegrasi, Elnusa Pacu Pertumbuhan Sektor Migas

“Tembaga harus menjadi perhatian kita. Indonesia punya potensi menjadi pemain utama dalam hilirisasi hasil tambang di masa depan,” kata Presiden Direktur PTFI Tony Wenas dalam kuliah umum bertema “Pertambangan yang Terintegrasi Hulu ke Hilir Menuju Indonesia Emas” di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya, Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Senin (3/2/2025).

Saat ini, cadangan tembaga Indonesia berada di peringkat kesepuluh dunia, dengan rincian bijih 2.845 miliar ton dan logam 42.657 ton. Hal ini terjadi karena eksplorasi tembaga Indonesia terhitung minim dalam 20 tahun terakhir. Padahal, dua dekade sebelumnya, cadangan tembaga Indonesia berada di peringkat lima dunia.

“Kalau eksplorasi ditingkatkan, potensi cadangan tembaga Indonesia bisa lebih dari saat ini,” ujar Tony.

Baca juga : Sahli Himawan Yakin, Kluivert Bawa Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia

Sadar tembaga akan memberikan keuntungan besar di masa datang, PTFI jelas tidak tinggal diam.

PTFI optimistis bisa memproduksi sekitar 1 juta ton katoda tembaga per tahun, jika dua smelter anyar di kawasan Gresik, Jawa Timur bisa beroperasi penuh pada tahun 2025.

Angka 1 juta itu bisa naik menjadi 1,5 juta bila produksi tembaga PTFI digabung dengan tembaga yang dihasilkan PT Amman Mineral. Kolaborasi ini bisa mengantar Indonesia menjadi produsen tembaga nomor empat dunia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.